BI Rate Jadi 5,25 Persen, Danamart Andalkan Investasi Sektor Riil

Ilustrasi Danamart (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 02 Juni 2026 | 14:22:25 WIB

JAKARTA – Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) berpandangan bahwa kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 5,25% dapat memberikan pengaruh pada preferensi sebagian investor (pemodal), terutama terhadap instrumen yang memiliki profil risiko relatif lebih rendah seperti produk perbankan.

Kendati demikian, Head of Marketing Communication Danamart Cindera Hegawan tetap optimistis bahwa minat pemodal untuk menanamkan modal di urun dana tetap ada. Pasalnya, ia menyebutkan bahwa urun dana mempunyai karakteristik yang berlainan, yaitu menyediakan akses investasi secara langsung ke proyek sektor riil dengan potensi imbal hasil yang kompetitif.

"Hingga saat ini, proyek-proyek urun dana masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari diversifikasi investasi di sektor riil," ungkapnya, Senin (1/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bukan hanya itu, Cindera mencerminkan bahwa penanam modal di Danamart tidak semata-mata memperhitungkan tingkat return, melainkan juga kualitas underlying proyek, transparansi, struktur pendanaan, beserta potensi dampak ekonomi dan sosial dari proyek yang ditopang dana tersebut.

Sebagai langkah meyakinkan penanam modal di tengah naiknya suku bunga BI, Cindera mengutarakan bahwa fokus utama Danamart adalah memelihara kualitas proyek dan memperkokoh struktur mitigasi risiko pada setiap pendanaan yang disajikan. Ia mengabarkan pihaknya bakal terus menjalankan kurasi proyek secara selektif, monitoring berkala, serta mendorong transparansi laporan kepada pemodal.

Cindera menjabarkan bahwa Danamart pun berupaya menyuguhkan proyek-proyek dengan underlying bisnis yang jelas, cash flow yang terukur, serta struktur pembayaran yang lebih terkendali.

"Dengan pendekatan tersebut, kami berharap investor tetap melihat securities crowdfunding sebagai alternatif investasi yang relevan, khususnya untuk memperoleh eksposur pada sektor riil produktif," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai imbal hasil, Cindera memaparkan penetapan tingkat imbal hasil dalam tiap-tiap proyek yang dijalankan bersandarkan pada profil risiko, tenor, sektor usaha, serta kemampuan cash flow dari masing-masing penerbit. Oleh sebab itu, ia menyatakan besaran imbal hasil bisa berlainan pada setiap proyek.

Sekarang ini, Cindera menginformasikan bahwa proyek-proyek yang ditopang dana lewat Danamart secara umum menyajikan potensi imbal hasil yang kompetitif.

"Kisaran sekitar 16% hingga 20% per tahun (gross), tergantung karakteristik dan risiko proyek masing-masing," ucapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sampai dengan akhir Mei 2026, Cindera menguraikan total dana yang telah dialirkan melalui platform Danamart menyentuh angka lebih dari Rp 158 miliar, dengan jumlah investor terdaftar sebanyak 11.305 dan lebih dari 50 penerbit yang telah tergabung di platform Danamart. Menilik kuantitas pembiayaan terbesar kepada penerbit, sektor green economy terbilang cukup menjadi andalan dalam beberapa bulan belakangan ini.

Reporter: Akbar