IHSG Konsolidasi, Ini 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan

ILUSTRASI, IHSG (Sumber Gambar : kabarbursa.com)
Selasa, 02 Juni 2026 | 14:21:32 WIB

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproyeksikan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan tertahan dalam fase konsolidasi pada aktivitas perdagangan hari Selasa (2/6/2026). Pergerakan IHSG untuk hari ini diperkirakan bergerak pada area resistance 6.300, pivot 6.200, serta tingkat support 6.000.

Kendati demikian, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi terhadap lima saham yang dinilai memiliki potensi untuk mendatangkan keuntungan, di mana salah satu saham pilihan tersebut adalah HMSP.

Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa IHSG ditutup melemah tipis pada level 6.127,38 (0,05%) pada perdagangan hari Jumat (29/5/2026), setelah sebelumnya sempat menguat menuju level 6.230, yang bertepatan dengan mulai efektifnya proses rebalancing indeks MSCI untuk edisi Mei 2026.

Pada saat yang bersamaan, Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa nilai tukar rupiah mengalami depresiasi hingga menyentuh titik terendahnya pada posisi Rp 17.881 per dolar AS di pasar spot.

Berdasarkan analisis teknikal, lanjut Phintraco Sekuritas, indikator stochastic RSI melanjutkan pembalikan arah menuju area pivot dan histogram negatif MACD terlihat terus mengalami penyempitan. sebagaimana dilansir dari berita sumber, “IHSG hari ini berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000-6.300,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (2/6/2026).

Phintraco Sekuritas mengemukakan bahwa aktivitas ekspor untuk tiga komoditas utama, yaitu batu bara, kelapa sawit, serta ferro alloy, melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sudah resmi diberlakukan mulai 1 Juni 2026.

Kebijakan ini menjadi periode transisi di mana seluruh eksportir diwajibkan untuk melaporkan seluruh kegiatan ekspor mereka melalui PT DSI.

sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Investor akan mencermati transparansi pelaksanaan kebijakan ini serta bagaimana dampak dari implementasi kebijakan ini terhadap kinerja emiten-emiten yang terkait,” jelas Phintraco Sekuritas.

Sorotan Data Domestik

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa Menteri Keuangan akan memberikan insentif perpajakan bagi para eksportir yang menempatkan Dana Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri.

Fasilitas tersebut berupa pemberian tarif PPh yang lebih rendah, di mana besaran tarifnya akan disesuaikan dengan jangka waktu penyimpanan dana oleh eksportir yang bersangkutan, bahkan nilainya bisa mencapai 0%.

sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Bagi eksportir diuntungkan dari pemangkasan biaya pajak, tawaran suku bunga kompetitif, serta dapat dijadikan agunan kredit. Bagi bank, memperoleh dana valas murah dan meningkatkan likuiditas,” papar Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa pada hari ini terdapat beberapa data ekonomi penting Indonesia yang akan dirilis ke publik. Pertama, data terkait inflasi Mei 2026 yang diperkirakan meningkat menjadi 3,1% YoY dari sebelumnya 2,42% YoY, dengan inflasi MoM diproyeksikan berada pada level 0,2% MoM dari 0,13% MoM.

Selanjutnya, Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa data surplus neraca perdagangan diprediksi menyusut ke angka US$ 0,5 miliar pada April 2026 dari capaian sebelumnya sebesar US$ 3,32 miliar pada Maret 2026, yang mana data ini juga dijadwalkan rilis hari ini.

“Ada pula data Indeks manufacturing PMI diperkirakan turun di 49,1 di Mei 2026 dari 49,5,” tambah Phintraco Sekuritas.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang memiliki peluang untuk menghasilkan keuntungan hari ini, yaitu HMSP, INDF, ICBP, MTEL, dan GGRM.

Reporter: Gemilang Ramadhan