Pendapatan Turun 12 Persen ABBA Fokus Efisiensi dan Ekosistem Digital

Logo PT Mahaka Media (Sumber Gambar : Net)
Selasa, 26 Mei 2026 | 18:53:11 WIB

JAKARTA - PT Mahaka Media Tbk (ABBA) atau mahakaX menitikberatkan fokus usahanya pada peningkatan efisiensi, kedisiplinan finansial, serta optimalisasi ekosistem media digital kreatif. Langkah tersebut diambil guna menjaga pertumbuhan jangka panjang di tengah tekanan industri media serta situasi ekonomi yang penuh tantangan.

Pada tahun buku 2025, emiten yang memiliki kode saham ABBA ini meraup pendapatan senilai Rp 184 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 12% bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Perusahaan juga mencatatkan EBITDA negatif sebesar Rp 11 miIiar, kerugian operasional senilai Rp 15 miliar, serta rugi bersih mencapai Rp 26 miIiar.

Kendati kinerjanya tengah tertekan, pihak manajemen menganggap situasi ini sebagai bagian dari tahapan konsolidasi sekaligus penguatan fundamental bisnis pasca berhasil mencapai pemulihan di tahun 2024.

Pada masa itu, mahakaX sukses membukukan pendapatan sebesar Rp 209 miliar, EBITDA positif senilai Rp 25 miliar, serta keuntungan bersih Rp 6 micro setelah sebelumnya sempat menderita kerugian di tahun 2023.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa konsentrasi utama saat ini ialah mempertahankan keberlanjutan bisnis lewat efisiensi biaya operasional, optimalisasi sinergi di antara unit usaha, dan menaikkan monetisasi dari ekosistem digital kreatif yang mereka miliki.

Direktur Utama mahakaX Adrian Syarkawi menyampaikan bahwa industri media dan kreatif saat ini melaju kian dinamis, sehingga perseroan wajib memperkokoh daya adaptasi serta relevansi bisnisnya.

"Fokus kami ke depan adalah menjaga keberlanjutan momentum pemulihan yang sudah dibangun. Dengan ekosistem yang terintegrasi dan unit bisnis yang saling melengkapi, kami percaya mahakaX dapat terus memperkuat posisinya sebagai pelopor ekosistem media digital kreatif di Indonesia," ujar Adrian dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir dari berita sumber, Senin (25/5/2026).

MahakaX pun bakal mengutamakan tiga agenda utama dalam bisnis, yaitu mempertahankan kesinambungan kinerja, memperkokoh tata kelola serta disiplin keuangan, sekaligus melebarkan kolaborasi strategis pada sektor media digital kreatif.

Demi memperkuat strategi tersebut, perusahaan mengandalkan sinergi antarlini usaha yang tergabung dalam The mahakaX Ecosystem, mencakup media, penyiaran, aktivasi merek, event, ruang gaya hidup, hingga platform komunitas.

Berbagai unit usaha seperti Alive, Inspire, JAKTV, Mahaka Square, dan Republika ditargetkan bakal menjadi motor penggerak utama untuk menyajikan solusi komunikasi serta hiburan yang kian relevan dengan kebutuhan pasar.

Dari sudut pandang korporasi, perusahaan pun menegaskan belum membagikan dividen untuk tahun buku 2025 lantaran pos ekuitasnya masih tercatat negatif.

Seluruh keputusan ini telah disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biaya (RUPSLB) 2026 yang diselenggarakan pada Senin (25/5/2026).

Selain memberikan persetujuan terhadap laporan keuangan tahun buku 2025, para pemegang saham juga menyepakati perombakan di jajaran direksi.

Adrian Syarkawi resmi ditunjuk menjadi Direktur Utama untuk menggantikan Ronny W. Sugiadha, sedangkan Aditama Wahyudi Mirza diangkat menjadi Direktur Perseroan.

Reporter: Gemilang Ramadhan