Strategi Baru OJK dalam Mendorong Ekonomi Daerah dan Sektor UMKM

Ilustrasi OJK (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 26 Mei 2026 | 18:52:22 WIB

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkokoh kontribusi sektor jasa keuangan sebagai pendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyaluran pembiayaan yang lebih inklusif, produktif, serta tepat sasaran.

Strategi tersebut dijalankan guna menopang pengembangan sektor unggulan yang berbasis pada potensi lokal, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional, utamanya lewat sokongan terhadap sektor UMKM, ekonomi kreatif, serta agrikultur.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa kolaborasi antara OJK, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, beserta kementerian teknis lainnya menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan dan pengembangan ekonomi daerah.

Menurut pandangannya, kemitraan lintas sektor memegang peranan yang sangat penting guna menghadapi tantangan dari dinamika global, sekaligus untuk tetap menjaga optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Berbagai tantangan dinamika global saat ini tidak boleh menurunkan optimisme Indonesia. Justru inilah saat untuk membuktikan bahwa salah satu kekuatan Indonesia berasal dari kekuatan ekonomi daerahnya,” ujar Friderica dalam kegiatan KNPED 2026, Senin (25/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Friderica menjabarkan, terhitung sejak tahun 2024 OJK telah memformulasikan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) yang menitikberatkan pada optimalisasi potensi ekonomi lokal lewat kerja sama dengan beragam kementerian dan lembaga terkait.

Skema program tersebut dipatok untuk membangun sebuah ekosistem yang mampu menyokong pengembangan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Sampai dengan saat ini, perwujudan Program PED telah dijalankan di 40 kabupaten dan kota dengan fokus utama pada sektor agrikultur serta ekonomi kreatif, termasuk di wilayah Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, menuturkan bahwa program tersebut diharapkan dapat memberikan efek nyata bagi roda perekonomian di daerah serta mengerek tingkat kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kami terus mendorong PED ini semakin luas agar bisa memberikan kontribusi nyata di daerah melalui berbagai kolaborasi yang mampu membangun ekosistem program prioritas di masing-masing daerah,” ujar Hernawan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Airlangga mempertegas bahwa performa pertumbuhan ekonomi berskala nasional sangat bertumpu pada pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.

Oleh karena itu, pihak pemerintah terus memperkokoh bermacam program strategis, yang mencakup penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), digitalisasi aspek ekonomi, ekspansi industri semikonduktor di daerah, hilirisasi sektor industri, hingga peningkatan mutu sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, memberikan penilaian bahwa sektor jasa keuangan menyumbang kontribusi yang masif terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, ketersediaan pembiayaan yang tepat sasaran bakal memperkuat program pemberdayaan UMKM sekaligus mendongkrak daya beli masyarakat yang nantinya bermuara pada peningkatan produk domestik bruto (PDB).

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada OJK yang terus mengonsolidasikan sektor jasa keuangan dengan pemerintah daerah melalui percepatan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Langkah ini penting agar pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat Indonesia,” kata Misbakhun, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar