SURABAYA - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, nilai jual sejumlah bahan pangan di Jawa Timur mulai merangkak naik.
Merujuk data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 22 Mei 2026, kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit dan daging sapi di pasar tradisional Jawa Timur.
Cabai rawit merah tercatat masih menjadi komoditas dengan nilai jual tertinggi, menembus Rp 76.650 per kilogram atau menguat tipis 0,33 persen dibandingkan pekan lalu.
Sementara itu, cabai rawit hijau melonjak hingga 13,22 persen atau bertambah Rp 4.150 menjadi Rp 35.550 per kilogram. Di samping itu, cabai merah keriting turut terkerek 6,56 persen menjadi Rp 50.350 per kilogram.
Tren kenaikan juga melanda komoditas daging sapi. Daging sapi kualitas 1 naik sebesar 1,31 persen menjadi Rp 135.500 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas 2 terangkat 3,36 persen menjadi Rp 123.150 per kilogram.
Sementara itu, bawang merah ukuran sedang mencatatkan kenaikan cukup tinggi sebesar 6,37 persen menjadi Rp 44.250 per kilogram. Untuk komoditas beras, sebagian besar tipikal harganya bergerak naik tipis.
Beras kualitas medium I naik menjadi Rp 14.700 per kilogram, medium II menjadi Rp 14.100 per kilogram, dan beras kualitas super I menyentuh Rp 15.950 per kilogram.
Di sisi lain, nilai jual daging ayam ras segar menyusut tipis menjadi Rp 34.550 per kilogram. Telur ayam ras segar juga mengalami penurunan menjadi Rp 25.350 per kilogram.
Harga minyak goreng dan gula pasir terpantau relatif stabil. Minyak goreng curah bertahan di angka Rp 21.800 per kilogram, sedangkan gula pasir premium bertengger di posisi Rp 18.550 per kilogram.
Lonjakan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Hari Raya Iduladha ini diperkirakan terjadi akibat meningkatnya volume permintaan masyarakat, khususnya untuk pemenuhan konsumsi rumah tangga dan persiapan menyambut hari raya kurban.
Faktor kelancaran distribusi serta pasokan dari wilayah sentra produksi juga ikut andil dalam memengaruhi fluktuasi harga di pasar tradisional.
Sebagai catatan, PIHPS merupakan sistem pemantauan harga pangan strategis nasional bentukan Bank Indonesia yang merangkum data harian dari berbagai pasar tradisional di tanah air.
Harga komoditas pangan ini dapat berubah sewaktu-waktu menyelaraskan kondisi pasokan, distribusi, serta tingkat permintaan di lapangan.