Strategi Quiet Investing dari Maybank Indonesia untuk Hadapi Pasar

Ilustrasi Maybank (Foto: NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 19 Mei 2026 | 14:10:40 WIB

JAKARTA – Dinamika kondisi ekonomi yang terus bergerak di sepanjang tahun 2026 menuntut masyarakat untuk tidak sekadar mempertahankan stabilitas finansial personal mereka. Setelah pemenuhan kebutuhan harian, ketersediaan dana darurat, serta pengelolaan arus kas berada dalam posisi aman, masyarakat pun dituntut mulai merumuskan taktik investasi yang lebih tertata demi memastikan sasaran finansial jangka panjang dapat terealisasi.

Head of Wealth Management PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Aliang Sumitro, mengungkapkan bahwa aksi para pemodal saat ini acap kali masih terseret oleh gejolak sentimen pasar. Ketika terjadi koreksi pasar, para pemodal cenderung merasa cemas, sedangkan di kala tren sedang menanjak, mereka justru kerap kali terlampau percaya diri saat menetapkan pilihan.

“Investasi yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar strategi. Dibutuhkan ketenangan, disiplin, dan konsistensi dalam mengambil keputusan,” ujar Aliang dalam keterangannya, Senin (18/5), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut dia, landasan berpikir tersebut menjadi fondasi utama dari konsep Quiet Investing, sebuah metode penanaman modal yang tidak terpaku pada kegairahan pasar sesaat ataupun perolehan laba jangka pendek. Pola ini lebih memprioritaskan pada akumulasi aset secara berkala, terencana, serta berkesinambungan. Aliang berpendapat, skema ini sangat cocok diimplementasikan di tengah situasi ekonomi global yang penuh keraguan seperti sekarang.

“Bagi nasabah dengan tujuan jangka panjang, Quiet Investing membantu menjaga fokus, mengurangi keputusan impulsif, serta memastikan setiap langkah investasi tetap sejalan dengan tujuan hidup dan kesejahteraan mereka di masa depan,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia memaparkan, ada beberapa tahapan yang bisa dijalankan oleh pemodal agar aktivitas investasinya tetap membuahkan hasil maksimal di tahun ini. Tahap awal, pemodal wajib memiliki rancangan portofolio yang tertata rapi dan berbasis pada sasaran akhir atau yang dikenal dengan istilah goal-based investing.

Melalui kepastian target finansial sejak dini, seperti persiapan biaya sekolah anak, kepemilikan hunian, agenda berlibur, hingga jaminan masa tua, pemodal bisa menentukan produk investasi yang selaras dengan karakter kebutuhan beserta rentang waktunya.

Bukan itu saja, Aliang turut menggarisbawahi esensi dari keteguhan dalam menanam modal secara bertahap. Menurut pandangannya, masih banyak orang yang menangguhkan niat berinvestasi lantaran menganggap modal yang dimiliki belum berwujud besar. Padahal, tindakan menyisihkan dana secara konsisten dengan jumlah yang diselaraskan dengan kapasitas dompet dinilai jauh lebih manjur untuk menumpuk aset dalam jangka panjang.

Taktik berikutnya yang dipandang akurat ialah pemanfaatan Rupiah Cost Averaging, sebuah metode investasi berkala dengan nominal yang konstan saban bulan memakai denominasi rupiah. Formula ini dipercaya mampu menuntun pemodal bertindak lebih tertib, memangkas nafsu untuk berspekulasi menebak arah pasar (market timing), sekaligus merajut portofolio secara bertahap di tengah fluktuasi harga.

Di bagian lain, pembagian risiko atau diversifikasi turut memegang peran krusial dalam skema Quiet Investing. Aliang menegaskan, proses diversifikasi ini idealnya tidak cuma diterapkan antar-instrumen investasi saja, melainkan mencakup lintas kelas aset, lintas negara, hingga lintas mata uang.

“Pendekatan ini membantu nasabah mengelola risiko sekaligus menjaga peluang pertumbuhan di tengah dinamika pasar global,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Guna memfasilitasi kebutuhan penanaman modal tersebut, Maybank Indonesia telah menyiapkan aneka fasilitas pengelolaan aset berbasis digital, mulai dari instrumen tabungan emas lewat platform M2U ID hingga opsi reksa dana serta surat utang negara lewat layanan wealth management.

Aliang menyambung, keterlibatan penetrasi teknologi digital mempermudah nasabah untuk mengontrol portofolio investasi mereka secara langsung (real time) agar penentuan langkah investasi dapat dieksekusi secara lebih tertib dan terencana.

“Di tengah dinamika pasar global dan ketidakpastian ekonomi yang masih berlangsung, kami perlu semakin bijak dalam mengambil keputusan keuangan. Membangun portofolio yang sehat tidak hanya bergantung pada momentum pasar, tetapi juga pada konsistensi, disiplin, dan kemampuan menjaga fokus terhadap tujuan jangka panjang,” tutup Aliang sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar