XLSMART Bukukan Lonjakan Performa dan Laba Jumbo Kuartal I 2026
JAKARTA - Hasil nyata dari penggabungan usaha antara XL Axiata dan Smartfren kini mulai tampak pada kinerja PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL). Perusahaan telekomunikasi dengan kode saham EXCL ini berhasil mencatatkan peningkatan kinerja yang signifikan di tengah ketatnya kompetisi industri seluler pada triwulan pertama tahun 2026.
Direktur Utama & CEO XLSMART, Rajeev Sethi menyebutkan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memperkuat kualitas jaringan sekaligus memperluas jangkauan layanan 5G di Indonesia.
Sasaran tersebut direalisasikan lewat penyerapan belanja modal perusahaan yang mencapai Rp2,25 triliun hingga kuartal I/2026.
Alokasi dana tersebut digunakan untuk mendukung kelancaran integrasi jaringan, perluasan jangkauan 5G, pembaruan infrastruktur, serta peningkatan kenyamanan para pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga akhir Maret 2026, jangkauan layanan 5G dari XLSMART telah tersedia di 43 kota dan ditargetkan terus bertambah secara bertahap di sepanjang tahun 2026.
Berkat performa jaringan yang semakin kuat dan terintegrasi, XLSMART mampu menjaga kualitas layanannya selama momen Ramadan dan Idulfitri meskipun ada lonjakan trafik data hingga 21%.
Rajeev menerangkan bahwa ekspansi jaringan 5G ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan digital masyarakat yang terus meningkat terhadap koneksi super cepat, mulai dari aktivitas streaming, mobile gaming, produktivitas digital, hingga kesiapan adopsi teknologi AI dan cloud di masa depan.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Dengan dukungan lebih dari 253.000 BTS, XLSMART kini memiliki fondasi infrastruktur yang semakin kuat untuk mempercepat transformasi digital nasional dan mendukung pertumbuhan ekosistem digital Indonesia,” ujarnya melalui keterangan resmi dikutip, Senin (18/5/2026).
Di samping itu, Rajeev menjelaskan bahwa akselerasi integrasi jaringan menjadi salah satu pilar utama perusahaan demi mendongkrak mutu layanan dalam skala nasional.
Sampai dengan kuartal I/2026, berkisar 40,3 ribu site sudah terintegrasi ke dalam jaringan XLSMART, yang juga dibarengi dengan pembangunan sekitar 4,9 ribu site baru untuk memperluas jangkauan serta kapasitas layanan data di lokasi-lokasi strategis.
Perusahaan juga telah menyelesaikan sekitar 77% dari target pembongkaran menara (tower dismantling) sebagai bagian dari langkah penyelarasan serta efisiensi biaya operasional setelah merger.
Langkah penguatan jaringan yang semakin solid ini turut menaikkan kualitas pengalaman para pelanggan sekaligus mempertegas posisi kepemimpinan jaringan (network leadership) XLSMART di Indonesia. Hasilnya, trafik layanan data tumbuh sebesar 36% YoY hingga mencapai angka 3.867 Petabytes.
Perusahaan pun konsisten memaksimalkan strategi multibrand melalui XL Prepaid, AXIS, SMARTFREN, XL PRIORITAS, XL SATU, dan Enterprise demi merangkul segmentasi pasar yang semakin bervariasi.
Melalui laporan kinerja finansial perdananya setelah resmi melakukan merger penuh, XLSMART sukses mengantongi pendapatan senilai Rp11,84 triliun pada kuartal I/2026, atau meningkat sebesar 38% secara tahunan (year on year/YoY).
Tidak hanya itu, perolehan laba bersih yang dinormalisasi juga melesat hingga 254% YoY menjadi Rp1,37 triliun. Capaian positif ini menjadi petunjuk awal bahwa strategi penyatuan jaringan serta efisiensi beban operasional mulai mendatangkan hasil manis bagi perusahaan hasil penggabungan dua operator raksasa ini.
Untuk nilai EBITDA yang dinormalisasi tercatat berada di angka Rp5,43 triliun dengan margin EBITDA sebesar 46%. Di sisi lain, sektor layanan data serta digital masih menjadi pilar utama bisnis perusahaan dengan total kontribusi mencapai 91,8% dari keseluruhan pendapatan operasional.