Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi per 18 Mei 2026, Cek Detailnya

Pengisian BBM di SPBU Pertamina. (Gambar: Kompas.com)
Penulis: Ibtihal
Senin, 18 Mei 2026 | 14:54:51 WIB

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menetapkan harga jual baru untuk rangkaian produk bahan bakar minyak nonsubsidi di seluruh wilayah Indonesia efektif hari ini, Senin (18/5/2026). 

Langkah penyesuaian ini mengikuti tren kenaikan harga minyak mentah dunia yang terjadi selama beberapa pekan terakhir.

Masyarakat saat ini harus mengeluarkan biaya lebih besar sebagai dampak dari penyesuaian berkala yang terus berjalan sejak April lalu.

Kenaikan nilai jual ini berdampak langsung terhadap biaya operasional bulanan para pemilik kendaraan pribadi, khususnya masyarakat kelas menengah ke atas yang mengonsumsi bahan bakar nonsubsidi. 

Sesuai dengan pengumuman resmi perusahaan, jenis BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan harga yang bervariasi di masing-masing daerah.

Di sisi lain, produk bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar dilaporkan tetap bertahan pada harga sebelumnya.

Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru per Wilayah Merujuk pada data yang dihimpun dari pengumuman resmi PT Pertamina Patra Niaga, penyesuaian harga ini mengacu pada regulasi pemerintah mengenai formula harga dasar BBM. 

Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi salah satu faktor penentu utama dalam penetapan kebijakan ini.

Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur, besaran harga baru sudah mulai diterapkan secara menyeluruh di setiap SPBU. 

Berikut adalah daftar produk BBM non-subsidi Pertamina yang mengalami pembaruan nominal penjualan.

Manajemen Pertamina menjelaskan bahwa evaluasi harga ini dilakukan secara berkala untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional. 

Namun demikian, selisih harga antarwilayah tetap terjadi karena pengaruh dari komponen Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing provinsi.

Guna memudahkan pemantauan bagi para pengguna kendaraan, rincian mengenai perubahan harga jual produk energi cair di wilayah pulau Jawa dapat dilihat melalui daftar di bawah ini.

Daftar Harga BBM Pertamina per 18 Mei 2026 di Wilayah Pulau Jawa:

 Pertalite (Subsidi): Rp10.000 (Status Kebijakan: Tetap) 
Biosolar (Subsidi): Rp6.800 (Status Kebijakan: Tetap) 
Pertamax: Rp13.200 (Status Kebijakan: Tetap) 
Pertamax Turbo: Rp19.400 (Status Kebijakan: Naik) 
Dexlite: Rp18.150 (Status Kebijakan: Naik) 
Pertamina Dex: Rp27.900 (Status Kebijakan: Naik)

Kronologi Penyesuaian Harga Komoditas Energi Berdasarkan laporan Kompas, tren kenaikan harga ini sebetulnya merupakan kelanjutan dari gelombang penyesuaian tarif yang sudah terjadi sebelumnya. 

Pertamina sempat menyesuaikan harga produk non-subsidi pada 18 April 2026 yang lalu, sebelum akhirnya menaikkan kembali nilai penjualan pada Senin, 4 Mei 2026.

Kondisi pasar menjadi kian ketat setelah perusahaan pengelola stasiun pengisian bahan bakar swasta ikut mengambil langkah serupa. 

Berdasarkan catatan industri, operator swasta terlihat menaikkan harga produk diesel mereka pada tanggal 2 Mei 2026, yang kemudian diikuti oleh penyesuaian susulan pada Jumat, 8 Mei 2026.

Banyak pengamat ekonomi menilai bahwa ketegangan geopolitik global menjadi pendorong utama di balik fluktuasi sektor energi tersebut. 

Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran dari para pengguna kendaraan dengan spesifikasi mesin diesel modern yang membutuhkan asupan bahan bakar berkualitas tinggi.

Beberapa poin penting mengenai dinamika perubahan nilai jual bahan bakar minyak dalam rentang beberapa pekan terakhir meliputi: Pertamina menerapkan penyesuaian harga pertama pada pertengahan April 2026 akibat peningkatan ketegangan di Timur Tengah. 

Gelombang kenaikan kedua berlanjut pada awal Mei 2026 dengan fokus utama pada varian Pertamina Dex dan Dexlite. 

Perusahaan kompetitor swasta mengikuti dengan melakukan penyesuaian produk diesel pada minggu pertama dan kedua Mei 2026.

Harga varian Pertalite dipastikan tidak mengalami perubahan demi menjaga daya beli masyarakat luas.

Hingga saat ini, pemantauan di beberapa fasilitas pengisian bahan bakar umum menunjukkan aktivitas pengisian berjalan normal tanpa adanya antrean yang mengular panjang. 

Petugas di lapangan tetap bersiaga guna memastikan sistem digitalisasi dispenser pengisian telah memperbarui tarif sesuai dengan aturan yang berlaku mulai hari ini.

Reporter: Ibtihal