Ketegangan AS-Iran Dongkrak Harga Minyak Mentah Dunia Hari Ini
JAKARTA - Harga jual minyak mentah global melanjutkan tren kenaikan selama tiga hari berturut-turut yang disebabkan oleh ketidakjelasan proses perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Senin, 18 Mei 2026.
Konflik yang belum menemui titik temu ini berdampak pada terganggunya jalur distribusi utama di Selat Hormuz.
Kenaikan harga komoditas energi ini berhasil melewati ambang batas psikologis yang baru, seperti yang dilansir dari Bloombergtechnoz.
Minyak mentah jenis Brent melonjak di atas US110 per barel setelah membukukan kenaikan sekitar 8 persen pada minggu lalu, sedangkan jenis West Texas Intermediate (WTI) melampaui angka US107 per barel.
Kenaikan ketegangan ini dipicu oleh berkurangnya kesabaran politik Washington terhadap Teheran terkait pembukaan kembali jalur pelayaran penting tersebut.
Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan tegas mengenai batas waktu diplomasi melalui sebuah unggahan di akun media sosial pribadinya pada hari Minggu, 17 Mei 2026.
Bagi Iran, waktu terus berjalan, dan mereka sebaiknya bergerak maju, CEPAT, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka. WAKTU ADALAH HAL YANG PALING UTAMA!" tulis Trump.
Kekhawatiran pelaku pasar kian meningkat seiring selesainya masa kelonggaran sanksi minyak Rusia oleh pemerintahan Trump serta penolakan terhadap permintaan perpanjangan dari India.
Di samping itu, serangan drone ke fasilitas nuklir Uni Emirat Arab pada akhir pekan lalu membuat kondisi gencatan senjata yang sedang berlangsung menjadi semakin rentan.
Media semi-pemerintah Iran, Kantor Berita Mehr, mengabarkan bahwa proses diplomasi berpotensi mengalami jalan buntu.
Otoritas Iran menilai Washington sama sekali tidak memberikan tawaran pelonggaran yang nyata dalam proses negosiasi tersebut.
"tidak menawarkan konsesi nyata" kata Kantor Berita Mehr.
Di pihak lain, pembahasan internal terus dimatangkan oleh jajaran Gedung Putih. Trump dilaporkan telah mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden JD Vance, utusan Gedung Putih Steve Witkoff, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA John Ratcliffe pada hari Sabtu untuk membahas peningkatan eskalasi konflik.
"Kami ingin mencapai kesepakatan," kata Trump.
Negosiasi lanjutan masih tertahan karena pihak AS mengaku belum menerima draf kesepakatan terbaru yang representatif dari pemerintah Iran.
Sejak gencatan senjata dimulai pada 8 April, Trump kerap mengancam akan melanjutkan aksi pemboman yang telah dimulai pada 28 Februari.
"Mereka belum berada di posisi yang kami inginkan. Mereka harus sampai ke sana atau akan terkena serangan besar, dan mereka tidak menginginkan itu," lanjut Trump.
Merujuk pada data pasar perdagangan pada pukul 07.02 waktu Singapura, minyak Brent untuk pengiriman Juli naik 1,1 persen menjadi US110,43 per barel.
Pada saat yang sama, kontrak WTI untuk pengiriman Juni meningkat 1,7 persen ke posisi US107,26 per barel, dan kontrak Juli yang memiliki likuiditas lebih tinggi naik 1,3 persen ke angka US$102,34 per barel.