Trafik Penumpang dan Kendaraan ASDP Naik Tajam Selama Libur Panjang

ILUSTRASI, Kapal ASDP (Sumber Gambar : Net)
Senin, 18 Mei 2026 | 14:54:51 WIB

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan terjadinya peningkatan yang sangat signifikan pada pergerakan penumpang dan kendaraan di sejumlah rute domestik utama sepanjang masa libur panjang Kenaikan Yesus Kristus, sejak Rabu (13/5) hingga Minggu (17/5) pukul 14.00 WIB. 

Peningkatan mobilisasi masyarakat pada moda transportasi laut ini tampak mendominasi di perlintasan Jawa-Sumatera serta Bali. Berdasarkan data operasional perseroan, pergerakan masyarakat saat ini tidak lagi menempatkan kapal ferry sebagai pilihan alternatif, melainkan telah menjadi prioritas utama.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menilai bahwa momentum liburan panjang ini menjadi pembuktian konkret atas meningkatnya kepercayaan publik terhadap kualitas layanan penyeberangan masa kini yang semakin teratur dan terintegrasi.

"Transformasi layanan yang dilakukan ASDP beberapa tahun terakhir mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam bepergian. Ferry kini menjadi bagian penting dari gaya perjalanan masyarakat karena menawarkan fleksibilitas, efisiensi, serta pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan aman," kata Heru Widodo, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Merujuk data yang dihimpun, rute Merak-Bakauheni tercatat telah melayani 133.248 penumpang dan 36.647 kendaraan. Sementara itu, untuk pergerakan arus balik dari arah Bakauheni menuju Merak, pihak ASDP mengakomodasi mobilisasi sebanyak 118.383 penumpang dan 32.994 kendaraan. 

Puncak kepadatan trafik tertinggi di lintasan Merak-Bakauheni terjadi pada Kamis (14/5) dengan mencatatkan pertumbuhan penumpang sebesar 60,7 persen dan sektor kendaraan menyentuh 41,5 persen. 

Adapun pada arah sebaliknya untuk arus mudik Bakauheni-Merak, volume penumpang terangkat 19,5 persen sementara kendaraan naik 18,3 persen.

Kepadatan arus penyeberangan yang serupa juga melanda lintasan Ketapang-Gilimanuk dengan membukukan total 96.858 penumpang dan 26.258 kendaraan yang terlayani. 

Data tersebut menunjukkan adanya kenaikan masing-masing sebesar 47,1 persen untuk penumpang serta 25,1 persen untuk kendaraan pada Kamis (14/5). 

Pada rute sebaliknya dari Gilimanuk menuju Ketapang, ASDP mengamankan pelayanan untuk 90.759 penumpang dan 26.317 kendaraan. Mobilisasi pada jalur balik ini mencatatkan kenaikan arus penumpang hingga 33,2 persen beserta pertumbuhan kendaraan di angka 11,4 persen.

Merespons situasi tersebut, manajemen internal ASDP menegaskan komitmennya dalam meningkatkan standar operasional guna memastikan kenyamanan para pengguna jasa tetap terjaga dengan baik, baik di area pelabuhan maupun selama pelayaran berlangsung. 

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan, korporasi terus memperkuat service excellence melalui langkah-langkah optimalisasi armada kapal, kesiapan petugas lapangan, peningkatan sistem keamanan, hingga penerapan standar keselamatan secara konsisten di area pelabuhan maupun di atas kapal.

"Kami memastikan seluruh layanan berjalan optimal dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Penguatan operasional dilakukan secara menyeluruh melalui koordinasi intensif bersama regulator, operator kapal, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait," tutur Windy Andale, Corporate Secretary ASDP, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai fasilitas penunjang, peningkatan infrastruktur di kawasan pelabuhan juga terus digenjot melalui penyediaan ruang tunggu ber-AC, tempat pengisian daya baterai (charging station), kursi pijat, area bermain anak, fasilitas ibadah, hingga gerai makanan dan minuman.

Kemudahan aksesibilitas perjalanan para penumpang kini didukung penuh oleh optimalisasi layanan platform digital Ferizy yang melayani pemesanan tiket sejak H-60 sehingga proses masuk (check-in) di lokasi menjadi jauh lebih cepat.

"Kami dorong masyarakat yang akan naik ferry, agar membeli tiket sejak jauh hari karena sudah tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Pastikan bertiket H-1 dan hindari pembelian melalui calo yang dapat merugikan pengguna jasa," pungkas Windy Andale, Corporate Secretary ASDP, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak perusahaan kembali menegaskan komitmen penuhnya untuk terus berdiri sebagai pilar utama konektivitas nasional yang menyediakan pelayanan penyeberangan secara selamat, andal, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Reporter: Gemilang Ramadhan