Pendapatan GBK Capai 812 Miliar Rupiah Tumbuh 161 Persen pada Tahun Lalu

Gelora Bung Karno (Gbk) (Sumber Gambar : setneg.go.id)
Senin, 18 Mei 2026 | 14:54:51 WIB

JAKARTA – Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mencatatkan raihan pendapatan yang sangat positif. Sepanjang tahun 2025, GBK berhasil menghimpun pemasukan hingga menyentuh Rp 812 miliar. Perolehan angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah 63 tahun masa pengelolaan area Gelora Bung Karno (GBK).

Direktur Keuangan PPKGBK, Hendry Arisandi menjelaskan bahwa total pendapatan sejumlah Rp 812 miliar pada tahun 2025 ini merujuk pada laporan keuangan yang telah melalui proses audit. Realisasi laba tersebut menunjukkan kenaikan dibanding periode tahun sebelumnya yang tertahan di angka Rp 566 miliar.

Hendry menguraikan bahwa pencapaian ini semakin memperkuat momentum optimalisasi aset milik negara, salah satunya melalui program pembenahan Blok 15 yang diestimasi dapat menyumbang nilai tambah ekonomi sekaligus utilitas yang lebih luas bagi negara dan warga masyarakat.

Prestasi ini juga memperlihatkan tren peningkatan yang amat drastis jika disandingkan dengan periode pascapandemi Covid 19. sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Pada 2022, pendapatan GBK tercatat sebesar Rp 255 billion. Artinya, pendapatan 2025 meningkat hampir empat kali lipat dalam kurun tiga tahun,” kata Hendry melalui pernyataan resminya, Minggu (17/5/2026).

Pundi-pundi pemasukan bernilai Rp 812 miliar tersebut diperoleh dari hasil optimalisasi seluruh venue yang berada di dalam lingkungan GBK. Kompleks venue tersebut mencakup Istora, Tennis Indoor, Indonesia Arena, Lapangan Bola ABC, JICC, hingga setoran dana kontribusi dari mitra BOT KSO yang menjalankan usahanya di kawasan GBK.

Bukan hanya itu, realisasi laba pada tahun 2025 tersebut tercatat telah melampaui target tahunan GBK yang awalnya hanya ditargetkan sebesar Rp 503 miliar. Melalui kalkulasi tersebut, performa pendapatan GBK sukses tumbuh di kisaran 161% selama tahun 2025.

Lebih lanjut, Hendry menerangkan bahwa kawasan GBK terus difungsikan secara maksimal untuk menyelenggarakan berbagai ragam agenda olahraga, kebudayaan, MICE, rekreasi, komersial, hingga aktivitas publik berskala nasional maupun internasional sepanjang tahun 2025.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo menyampaikan bahwa hasil pendapatan yang luar biasa ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh elemen di GBK, asistensi pemerintah, jajaran mitra, para pengguna area, serta masyarakat luas. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Alhamdulillah, pendapatan GBK pada 2025 mencapai Rp812 miliar berdasarkan laporan keuangan audited. Capaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga amanah pengelolaan kawasan GBK secara profesional, tertib, dan memberi manfaat nyata bagi negara serta publik,” tutur Rakhmadi.

Untuk masa yang akan datang, Rakhmadi menuturkan bahwa PPKGBK menghendaki tren performa positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui strategi penataan serta pemaksimalan Blok 15. Manajemen PPKGBK memandang renovasi Blok 15 sebagai bagian vital bagi program optimalisasi aset-aset negara di lingkungan GBK.

Kebijakan ini diestimasi mampu mempertegas peran dari kawasan GBK sebagai sentra aktivitas olahraga, area publik, tempat pergelaran nasional, MICE, destinasi rekreasi, sekaligus episentrum pergerakan ekonomi yang sehat dan terukur.

Reporter: Gemilang Ramadhan