Arah Baru GPSO Usai Diakuisisi PT PIMSF dari Tjokro Group

ILUSTRASI, GPSO (Sumber Gambar : kontan.co.id)
Senin, 18 Mei 2026 | 14:54:50 WIB

JAKARTA – PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) tengah mematangkan langkah bisnis barunya pada sektor komponen mekanikal serta permesinan (machining). Langkah strategis ini diambil pasca-akuisisi yang dilakukan oleh PT PIMSF, entitas bisnis yang berada di bawah naungan Tjokro Group. Menurut penjelasan Direktur Utama Geoprima Solusi, Dionysius Tjokro, proses akuisisi oleh PIMSF telah selesai dilakukan pada November 2025.

Tahapan berikutnya berlanjut pada 13 Februari 2026, di mana PIMSF menggelar Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO) kepada masyarakat, sehingga menempatkan PIMSF secara resmi sebagai pemegang saham pengendali (PSP) teranyar dari GPSO. 

Kehadiran PIMSF ini menjadi bagian krusial dari peta jalan transformasi dan konsolidasi usaha Tjokro Group guna memperkokoh struktur modal sekaligus melebarkan sayap bisnis perseroan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “PIMSF bersama perseroan memiliki arah bisnis baru untuk menjadi pemain utama dan pemimpin di industri komponen mekanikal dan permesinan dengan melakukan penguasaan sektor hulu hingga hilir,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (18/5/2026), dari berita sumber.

Dionysius memaparkan bahwa melalui agenda konsolidasi ini, GPSO ditargetkan menjelma menjadi penyedia solusi mekanikal terintegrasi (one stop solution for mechanical) yang mengendalikan penuh rantai jasa maupun produksi dari awal hingga akhir. 

Tjokro Group sendiri tercatat punya rekam jejak panjang selama lebih dari 57 tahun berkecimpung di industri mekanikal, sekaligus menjadi salah satu korporasi utama pada bidang tersebut di tanah air.

Ke depannya, emiten bersama dengan PIMSF bakal mengarahkan fokus untuk memperkuat rantai pasok dalam industri solusi komponen mekanikal, mencakup wilayah hulu (upstream) hingga hilir (downstream). 

Metode ini dijalankan demi memastikan pasokan material mentah di dalam ekosistem grup usaha tetap aman, sekaligus memperluas jangkauan pasar. 

Langkah penyatuan ini juga diproyeksikan untuk menambah basis konsumen, mempertebal basis kepercayaan pasar, serta menciptakan produk mekanikal yang memiliki derajat kerumitan lebih tinggi.

Dionysius mengimbuhkan, konsolidasi ini diharapkan sanggup mengatrol daya saing perusahaan di tengah pusaran persaingan industri yang kian ketat, baik di level nasional maupun mancanegara. 

Adapun pelaksanaan awal dari blueprint bisnis baru ini diproyeksikan mulai berjalan setelah perseroan mengantongi izin dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 2 Juni 2026 mendatang berkaitan dengan aksi korporasi tahap pertama.

ESG Di sepanjang tahun 2025, PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) memperlihatkan keseriusannya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). 

Hal tersebut dibuktikan lewat berbagai kebijakan efisiensi konsumsi energi, peningkatan aspek inklusivitas karyawan, hingga manajemen risiko berkelanjutan yang terpadu. 

Dionysius Tjokro menyampaikan bahwa manajemen secara berkesinambungan mendeteksi dan mengendalikan berbagai problem keberlanjutan yang berisiko memengaruhi daya tahan bisnis maupun jalannya operasional perusahaan.

Pada pembukuan sepanjang tahun 2025, GPSO mencatatkan angka penjualan senilai Rp5,33 miliar dengan membukukan rugi usaha sebesar Rp3,17 miliar. Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Capaian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat struktur keuangan sekaligus menyusun strategi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Dionysius.

Terkait kontribusi terhadap lingkungan, GPSO sukses menekan total pemakaian energi hingga mencapai 16,65 persen. Selain itu, pemanfaatan arus listrik di lingkungan kantor juga sanggup dipangkas hingga sebesar 32,37 persen jika dikomparasikan dengan tahun sebelumnya. 

Menurut Dionysius, hasil positif ini menjadi cerminan dari komitmen perusahaan yang konsisten dalam mengimplementasikan penghematan energi secara pasti dan terus-menerus.

Sementara itu pada pilar sosial, GPSO senantiasa mendukung penciptaan lapangan kerja yang adil tanpa membeda-bedakan latar belakang. Korporasi juga tetap mempertahankan proporsi pekerja perempuan demi mewujudkan lingkungan kerja yang inklusif serta kompetitif. 

Lewat aktivitas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), GPSO mengonsentrasikan gerakannya pada program pemberdayaan kaum hawa, menekan angka emisi, dan menyokong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 5 terkait Kesetaraan Gender, TPB 8 perihal Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta TPB 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.

Melihat masa depan, GPSO menangkap adanya peluang ekspansi lewat penguatan kolaborasi strategis serta pembentukan program-program yang minim emisi. Pola ini dinilai mampu mendongkrak keunggulan kompetitif usaha sembari tetap menjaga harmoni antara kemajuan bisnis dan kewajiban tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.

Reporter: Gemilang Ramadhan