Bank Mandiri Targetkan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen pada Tahun 2026

Rabu, 13 Mei 2026 | 15:14:56 WIB
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk optimistis perekonomian Indonesia bisa tumbuh 5,2 persen. (arsip foto Bank Mandiri).

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merasa optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai angka 5,2 persen pada tahun 2026. Meski demikian, pencapaian ini bergantung pada percepatan belanja pemerintah guna menstimulasi tingkat konsumsi.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengungkapkan bahwa angka pertumbuhan di atas 5 persen dapat diraih jika pemerintah konsisten menjaga stabilitas kebijakan untuk mengendalikan inflasi, termasuk mempertahankan kebijakan subsidi saat ini.

"Pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,2 persen, kecuali ada kenaikan dari harga subsidi BBM yang mungkin bisa ketarik ke bawah 5,2 persen," ujar Andry sebagaimana dilansir dari berita sumber, Senin (11/5).

Pihak Bank Mandiri melihat dasar optimisme ini pada capaian kuartal I 2026 yang sanggup melaju di angka 5,61 persen. Hal tersebut didukung oleh percepatan berbagai program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Untuk kuartal II 2026, pertumbuhan diramal tetap tinggi meskipun diprediksi tidak setinggi periode sebelumnya. Hal ini dikarenakan hilangnya faktor musiman Ramadan dan Lebaran, di tengah situasi ketidakpastian global yang masih membayangi ekonomi domestik.

"Kami melihat ada peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di kisaran 5,1-5,5 persen di kuartal II tahun 2026 ini," kata Head of Macroeconomic & Financial Market Research Department Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina sebagaimana dilansir dari berita sumber dalam kesempatan yang sama.

Sementara itu, Ari Rizaldi selaku Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, berpendapat bahwa sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal yang akomodatif akan menjadi penyokong utama pertumbuhan ke depannya.

"Ke depan, tantangan global akan terus ada, namun di balik setiap tantangan juga terdapat peluang yang dapat dioptimalkan melalui strategi yang tepat. Dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, kami meyakini pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga secara berkelanjutan," jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ari menambahkan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran telah menyebabkan harga minyak dunia menembus angka di atas US$100 per barel dan memicu guncangan di pasar keuangan global.

Namun, koordinasi erat antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dianggap sebagai elemen positif dalam menjaga keseimbangan stabilitas keuangan dan pertumbuhan.

Bank Indonesia juga terus menerapkan bauran kebijakan serta melakukan intervensi guna menstabilkan nilai tukar rupiah yang tercatat terdepresiasi sebesar 3,9 persen selama tahun 2026. Sinergi tiga otoritas serta percepatan belanja fiskal diyakini tetap menjadi tumpuan ekonomi sepanjang tahun.

Semangat optimisme ini turut terlihat pada sektor perbankan dengan kinerja intermediasi yang tetap kuat. Kredit industri mengalami pertumbuhan 9,49 persen (yoy) hingga Maret 2026, dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) yang aman di angka 2,14 persen.

Dana Pihak Ketiga (DPK) industri meningkat 13,55 persen YoY, serta Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada level 84,63 persen yang menunjukkan likuiditas memadai.

Capaian Bank Mandiri sendiri tercatat melampaui rata-rata industri. Hingga Maret 2026, kredit bank only mencapai Rp1.530 triliun atau naik 17,4 persen (yoy).

DPK menguat menjadi Rp1.675 triliun atau tumbuh 21,1 persen (yoy), dengan posisi Current Account Saving Account (CASA) mencapai Rp1.201 triliun, meningkat 12,7 persen (yoy).

Secara konsolidasi, laba bersih tercatat sebesar Rp15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen (yoy). Return on Equity (ROE) berada di angka 22,1 persen, Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 19,7 persen, dan rasio BOPO membaik menjadi 58,0 persen.

"Bank Mandiri optimis dapat mempertahankan kinerja yang solid sepanjang 2026. Ke depan, kami akan terus menjalankan strategi bisnis secara disiplin dan terukur, sekaligus memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," tutup Ari sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini