Harga BBM Pertamina 13 Mei 2026: Pertamax Turbo dan Dex Naik Drastis

Ilustrasi SPBU Pertamina (Foto: pertaminapatraniaga.com)
Penulis: Akbar
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:14:56 WIB

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) telah menetapkan kebijakan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang mulai diaplikasikan secara nasional pada Rabu, 13 Mei 2026. Kenaikan harga yang paling menonjol ditemukan pada varian Pertamax Turbo serta lini diesel non-subsidi, di mana ketetapan ini sebenarnya telah efektif sejak awal bulan ini.

Menilik data resmi untuk kawasan Jakarta dan sekitarnya hari ini, bahan bakar dengan angka oktan tinggi jenis Pertamax Turbo (RON 98) saat ini dipatok pada harga Rp19.900 per liter. Angka tersebut memperlihatkan adanya kenaikan sebesar Rp500 dari posisi harga sebelumnya yang berada di level Rp19.400 per liter.

Kenaikan yang jauh lebih besar dialami oleh sektor bahan bakar diesel non-subsidi. Harga untuk tipe Pertamina Dex atau Diesel A kini mencapai Rp26.000 per liter, naik secara signifikan sebesar Rp2.400 bila dibandingkan dengan harga pada periode sebelumnya yang sebesar Rp23.600 per liter.

Publik mulai melontarkan pertanyaan mengenai "kenapa harga pertamax turbo naik terus" di tengah situasi fluktuasi harga minyak mentah dunia yang tidak menentu. Perubahan harga ini merupakan langkah rutin Pertamina dalam menyelaraskan nilai komoditas energi di pasar internasional.

Sebagai acuan bagi para pengguna kendaraan bermotor, berikut merupakan rincian daftar harga bensin pertamina mei 2026 untuk wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten:

  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 (Tetap)
  • Pertamax (RON 92): Rp13.200 - Rp13.500 (Tetap)
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.900 (Naik)
  • Dexlite: Rp16.500 (Naik)
  • Pertamina Dex: Rp26.000 (Naik)
  • Biosolar (Subsidi): Rp6.800 (Tetap)

Kenaikan ini tentu akan memberikan dampak pada biaya operasional bagi para pengguna kendaraan pribadi maupun pada sektor logistik. Selain memperhatikan daftar harga tersebut, konsumen juga kerap melakukan perbandingan harga bbm swasta vs pertamina 2026 demi mendapatkan opsi yang lebih ekonomis di area perkotaan.

Sejumlah SPBU swasta terpantau masih bersaing dalam mematok harga produk yang setingkat dengan RON 92 dan RON 95. Namun, untuk tipe BBM bersubsidi seperti Pertalite, harganya tetap dikendalikan oleh pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat.

"Penyesuaian harga ini dilakukan mengacu pada tren harga rata-rata publikasi minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai ketersediaan stok, Pertamina memberikan jaminan bahwa pasokan nasional tetap berada dalam kondisi aman. Merespons kekhawatiran masyarakat terkait isu "apakah Pertalite langka di Sulawesi sekarang", pengelola SPBU serta otoritas setempat sudah memberikan klarifikasi.

Penyaluran BBM subsidi maupun non-subsidi dipastikan tetap lancar di terminal-terminal utama. Persoalan kelangkaan di wilayah terpencil biasanya lebih dipicu oleh kendala logistik distribusi, bukan karena adanya kekurangan stok secara nasional.

Pemerintah juga terus memperketat pengawasan supaya penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran. Bagi para pelaku usaha mikro yang mencoba mengambil profit secara ilegal, terdapat ancaman sanksi hukum yang sangat tegas.

Berdasarkan laporan yang ada, aparat tidak akan ragu dalam menjatuhkan hukuman bagi orang yang menjual pertalite pakai jeriken tanpa izin resmi karena tindakan tersebut melanggar regulasi distribusi energi subsidi.

Hingga saat ini, volume penyaluran melalui jasa transportasi Elnusa dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 22 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Hal tersebut menandakan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat tetap tinggi walaupun terjadi penyesuaian pada harga energi global.

Reporter: Akbar