JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan pada Senin (11/5/2026) dengan mengalami penurunan sebesar 0,92% menuju posisi 6.905,6, yang disebabkan oleh tingginya volume aksi jual oleh investor asing.
Berdasarkan data perdagangan, para pemodal asing mencatatkan penjualan bersih atau net foreign sell mencapai Rp 659 miliar di pasar reguler. Kondisi pasar sejatinya sempat memperlihatkan perbaikan menyusul adanya informasi penundaan rencana kenaikan tarif royalti di sektor pertambangan. Namun, tekanan kembali muncul setelah pihak pemerintah memberikan kepastian bahwa penyesuaian royalti tersebut mulai diimplementasikan pada Juni 2026.
Dari faktor eksternal, mayoritas bursa saham di kawasan Asia juga menutup perdagangan di zona merah selaras dengan meroketnya harga minyak mentah dunia. Kondisi ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menolak proposal perdamaian dengan pihak Iran. Selain itu, nilai tukar rupiah yang terkoreksi hingga melewati level Rp 17.400 per dolar AS turut menambah beban tekanan bagi pasar saham dalam negeri.
Merujuk pada riset harian Sajian Pagi Menu Trading (Sapa Mentari) dari BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan Selasa (12/5/2026), secara teknikal IHSG kini sedang menguji area support penting pada rentang 6.850–6.960. Jika level tersebut sanggup dipertahankan, maka masih terbuka potensi untuk berbalik menguat (rebound). Sebaliknya, apabila level support tersebut ditembus, risiko terjadinya koreksi yang lebih mendalam diperkirakan akan semakin besar.
Saat ini para pelaku pasar sedang menantikan beberapa sentimen utama, mulai dari publikasi data penjualan ritel di Indonesia, angka inflasi di Amerika Serikat, hingga agenda rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026.
Di sisi lain, indeks-indeks utama di bursa Wall Street justru terpantau menguat pada sesi perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan 0,19% ke posisi 49.704,47. Indeks S&P 500 turut menguat 0,19% ke level 7.412,84, sementara Nasdaq Composite merangkak naik 0,10% menuju 26.274,12.