Laba Danamon Tumbuh 35 Persen di Tengah Rumor Merger MUFG
JAKARTA – Tren pergerakan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) terlihat terus menunjukkan peningkatan yang tajam selama periode satu bulan terakhir.
Saat ini, nilai BDMN bahkan sudah mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sebagai catatan, pada sesi perdagangan Jumat (8/5/2026), saham BDMN parkir di level Rp 4.510. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 11,08 persen secara harian dan menguat 6,37 persen dalam kurun sepekan.
Dalam periode satu bulan, saham BDMN dilaporkan melonjak hingga 76,17 persen. Sedangkan untuk sepanjang tahun 2026 berjalan, harga saham Bank Danamon terpantau telah menguat sebesar 82,59 persen sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memaparkan bahwa melesatnya harga BDMN ini didorong oleh beredarnya kabar terkait rencana penggabungan usaha atau merger antara BDMN dengan Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).
Mengenai fenomena tersebut, Nafan mengingatkan para investor agar tetap berhati-hati. Ia merekomendasikan para pemegang modal untuk mengambil sikap wait and see sembari menunggu kejelasan mengenai status BDMN sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Bank Danamon kelihatannya lebih baik untuk wait and see ya," kata Nafan, Minggu (10/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di luar isu merger, Nafan melihat bahwa performa fundamental Bank Danamon pada dasarnya sangat kokoh. Mengacu pada laporan keuangan kuartal I-2026, BDMN membukukan capaian positif dengan laba bersih menyentuh Rp 1,1 triliun, atau tumbuh signifikan sebesar 35 persen secara tahunan (YoY) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kenaikan performa Bank Danamon ini didukung oleh efektivitas fungsi intermediasi yang maksimal. Hingga Maret 2026, total kredit dan trade finance Danamon secara konsolidasi mencapai Rp 216,2 triliun atau meningkat 9 persen yoy.
Penyebaran kredit perusahaan terlihat tumbuh di semua lini bisnis, mencakup Enterprise Banking & Financial Institution yang naik 11 persen, SME Banking tumbuh 9 persen, Consumer Banking meningkat 7 persen, serta Adira Finance yang menguat 5 persen sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Bank Danamon pun berhasil mencatatkan penghimpunan dana yang optimal. Sampai pada masa kuartal I-2026, total dana pihak ketiga (DPK) BDMN berada di angka Rp 176,1 triliun atau naik 16 persen yoy.
Pada bagian lain, kualitas aset bank tetap dalam kondisi yang aman, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang berada di posisi 8,2 persen atau menunjukkan perbaikan 2,4 percentage point secara tahunan.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau gross non-performing loan (NPL) tetap stabil di level 1,6 persen sebagaimana dilansir dari berita sumber.