Program PINISI Bank Indonesia Berpotensi Dorong Kredit ke Sektor Riil

Kick Off PINISI 2026 (FOTO: rri.co.id)
Penulis: Akbar
Minggu, 10 Mei 2026 | 13:12:29 WIB

JAKARTA – PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) atau KB Bank memberikan pandangan bahwa program Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI) yang diluncurkan oleh Bank Indonesia mempunyai potensi untuk memperkokoh fungsi intermediasi perbankan sekaligus memacu penyaluran kredit ke arah sektor riil.

Direktur Utama KB Bank, Kurnady, mengutarakan bahwa inisiatif tersebut dapat mendukung peningkatan bankability pada proyek-proyek prioritas lewat proses kurasi yang lebih optimal, transparansi yang semakin kuat, hingga koordinasi antarpemangku kepentingan yang lebih terpadu sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Program ini berpotensi meningkatkan bankability proyek-proyek prioritas melalui kurasi proyek yang lebih baik, transparansi yang lebih kuat, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan yang lebih terintegrasi,” kata Kurnady sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Sabtu (9/5/2026).

Ia memiliki pendapat bahwa langkah ini sangat krusial dalam menunjang kejelasan kelayakan kredit serta kepastian arus kas proyek, terutama pada sektor-sektor utama seperti hilirisasi, ketahanan pangan, dan perumahan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Akan tetapi, Kurnady memberikan catatan bahwa keberhasilan program PINISI akan sangat bergantung pada konsistensi dalam tahap implementasi, kualitas pipeline proyek, serta adanya sokongan mitigasi risiko dari pihak pemerintah maupun regulator sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di tengah situasi global yang saat ini masih dipengaruhi oleh tren suku bunga tinggi serta risiko arus modal keluar (capital outflow), KB Bank menyatakan tetap mempunyai ruang untuk melakukan ekspansi penyaluran kredit secara selektif dan penuh kehati-hatian sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kurnady memaparkan bahwa perseroan akan tetap memberikan fokus terhadap sektor yang mempunyai fundamental kokoh serta arus kas yang sehat, dengan didukung oleh disiplin underwriting dan manajemen risiko yang konsisten sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Pendekatan ini memungkinkan pertumbuhan kredit berjalan seiring dengan terjaganya kualitas aset, sesuai prinsip risk-adjusted growth yang menjadi dasar strategi pembiayaan kami,” jelas Kurnady sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Lebih mendalam, KB Bank melihat bahwa optimalisasi intermediasi melalui PINISI memerlukan sinergi yang terus-menerus antara pihak regulator, pemerintah, dan industri perbankan. Perseroan berpendapat bahwa penguatan kesiapan proyek, penyelarasan kebijakan antar sektor, serta tersedianya skema mitigasi risiko menjadi bentuk dukungan nyata yang diperlukan agar pembiayaan ke sektor riil dapat berjalan secara lebih efektif sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, koordinasi antara kementerian serta regulator juga dianggap sangat krusial untuk memberikan kepastian dalam eksekusi berbagai inisiatif baru. Hal tersebut bertujuan agar industri perbankan mempunyai panduan yang jelas dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang telah menjadi prioritas pemerintah sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Akbar