Kemkomdigi Perkuat Digitalisasi UMKM via Koperasi Desa Merah Putih

Kemkomdigi Perkuat Digitalisasi UMKM via Koperasi Desa Merah Putih (SUmber Gambar: net).
Penulis: Ibtihal
Minggu, 10 Mei 2026 | 12:53:03 WIB

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus berupaya mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat desa agar dapat masuk ke dalam ekosistem digital melalui penguatan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Direktur Ekosistem Media Kementerian Komdigi, Farida Dewi Maharani, menyampaikan bahwa keberadaan 83 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang telah beroperasi di seluruh penjuru Indonesia menjadi kekuatan baru dalam memperkokoh ekonomi desa sekaligus memperlebar jangkauan digitalisasi UMKM.

Hal tersebut dipaparkannya dalam Workshop Media bertajuk “Cerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna” yang dihadiri oleh para jurnalis dari media daring, cetak, televisi, serta radio di Semarang, Jawa Tengah pada Rabu (6/5/2026).

Menurut Farida, tantangan utama saat ini bukan lagi sekadar mengenai pembangunan jaringan telekomunikasi, namun bagaimana infrastruktur digital tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal oleh pihak koperasi desa dan pelaku UMKM.

“Transformasi digital UMKM dan koperasi desa tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi kolektif agar UMKM bisa naik kelas, lebih adaptif, dan berkelanjutan,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia memaparkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM yang ada di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang sudah masuk ke dalam ekosistem digital. Oleh sebab itu, pemerintah terus memperkuat konektivitas nasional agar dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha di daerah.

Saat ini, cakupan jaringan 4G telah menjangkau 98,95 persen populasi di Indonesia, sementara untuk layanan 5G telah tersedia di 22 persen pusat ekonomi dan kawasan urban.

“Penguatan infrastruktur ini kami arahkan agar koperasi desa dan UMKM semakin terkoneksi dengan internet, membuka akses pasar yang lebih luas, serta memperkuat daya saing daerah,” jelas Farida sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menilai bahwa desa dan kelurahan menyimpan potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru secara nasional. Dengan dukungan konektivitas serta literasi digital yang memadai, koperasi desa dan UMKM diyakini bisa menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Riza Azmi, menyebutkan bahwa sejak resmi diluncurkan pada Juli 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, hingga saat ini sebanyak 83 ribu KDKMP telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia.

Koperasi tersebut juga telah dilengkapi dengan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) sebagai bagian dari upaya modernisasi tata kelola.

“Sebagai wujud komitmen terhadap tata kelola yang modern, Simkopdes menjadi fondasi teknologi bagi Koperasi Merah Putih. Platform ini menjembatani transparansi, efisiensi operasional, dan kemudahan akses bagi seluruh anggota,” ujar Riza Azmi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Reporter: Ibtihal