Kemendag Sebut Waralaba Strategi UMKM Naik Kelas hingga 12 Persen

ILUSTRASI, Pelaku UMKM (Sumber Gambar : Net)
Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:21:40 WIB

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan penilaian bahwa sektor waralaba merupakan pilihan yang strategis serta berpotensi besar untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia agar naik kelas.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan bahwa saat ini tingkat rasio kewirausahaan di tanah air masih berada pada angka 3,29% dari seluruh total angkatan kerja. 

Indonesia membutuhkan peningkatan angka tersebut hingga menyentuh minimal 10% sampai 12% untuk menjadi negara maju. Waralaba dianggap sebagai instrumen yang sangat potensial dalam upaya ini.

“Waralaba merupakan model bisnis yang efektif untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru karena bersifat terstandarisasi dan mudah diprediksi. Kementerian Perdagangan berkomitmen penuh dalam mendukung perkembangan kewirausahaan nasional,” ungkap Roro sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Jumat (5/8/2026).

Roro pun melengkapi bahwa model bisnis ini sangat relevan bagi berbagai kelompok, mulai dari kaum muda yang kreatif, ibu rumah tangga, sampai mereka yang sudah masuk masa pensiun namun ingin tetap produktif. Hal ini membuktikan bahwa model bisnis waralaba memiliki sisi inklusivitas.

Walau demikian, Roro memberikan peringatan mengenai krusialnya aspek legalitas guna menjamin keberlanjutan ekosistem usaha yang sehat. Ia meminta para pelaku usaha dan peserta pameran memastikan kepemilikan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sebelum menggunakan label waralaba di media promosi seperti media sosial maupun brosur.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap cermat dan bijak dalam memilih penawaran bisnis dengan menggunakan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis. Kami berharap masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau klaim bebas risiko,” tutur Roro sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Levita Ginting Supit selaku Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) menyetujui besarnya potensi di sektor ini. 

Ia menyebut waralaba sebagai salah satu sektor yang paling cepat bangkit setelah masa pandemi. Kepercayaan publik pun terlihat dari performa keuangan yang sangat baik.

“Industri waralaba kami mencatatkan total omzet mencapai Rp143,25 triliun sepanjang tahun 2024 dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 98.000 orang. Angka tersebut membuktikan daya tahan sektor ini di tengah dinamika pasar,” jelas Levita sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Namun, tantangan tetap ada. Juan Permata Adoe sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin mengatakan biaya logistik masih menjadi hambatan utama bagi daya saing industri nasional. 

Ia menegaskan dukungan bagi pelaku usaha harus dituangkan dalam kebijakan yang nyata agar iklim usaha lebih kompetitif.

“Kami membutuhkan kebijakan yang benar-benar sinkron antarinstansi pemerintah agar hambatan di lapangan dapat terurai secara efektif,” tegas Juan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski dihantui tantangan, UMKM lokal dianggap tetap punya peluang besar untuk melakukan eskalasi bisnis sehingga kontribusi sektor perdagangan pada PDB nasional bisa terus naik secara berkelanjutan.

Reporter: Gemilang Ramadhan