Kemendag Sebut Waralaba Strategi Strategis UMKM untuk Naik Kelas

Ilustrasi Strategis UMKM untuk Naik Kelas, (Foto: net)
Penulis: Ibtihal
Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03:27 WIB

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan penilaian bahwa sektor waralaba merupakan opsi yang strategis dan memiliki potensi besar untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia agar naik kelas.

 Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menjelaskan bahwa saat ini tingkat kewirausahaan di tanah air masih tertahan di angka 3,29% dari seluruh angkatan kerja. 

Untuk menuju status negara maju, Indonesia diharuskan meningkatkan rasio tersebut hingga menyentuh minimal 10% sampai 12%, di mana waralaba dianggap sebagai instrumen yang sangat potensial.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Waralaba merupakan model bisnis yang efektif untuk mempercepat lahirnya wirausaha baru karena bersifat terstandarisasi dan mudah diprediksi. Kementerian Perdagangan berkomitmen penuh dalam mendukung perkembangan kewirausahaan nasional,” ungkap Roro pada laman resmi Kemendag, Jumat (5/8/2026).

Roro turut memaparkan bahwa skema bisnis ini sangat relevan untuk beragam profil masyarakat, mulai dari kaum muda yang kreatif, ibu rumah tangga, hingga para pensiunan yang ingin tetap produktif. Hal ini membuktikan bahwa model waralaba bersifat inklusif. 

Namun, ia memberikan penekanan pada sisi legalitas guna menjaga kesehatan ekosistem usaha. Ia meminta pelaku usaha memastikan kepemilikan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) sebelum mempromosikan bisnis mereka sebagai waralaba.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap cermat dan bijak dalam memilih penawaran bisnis dengan menggunakan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis. Kami berharap masyarakat tidak mudah tergiur oleh janji keuntungan tetap yang tidak masuk akal atau klaim bebas risiko,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Supit, menyetujui besarnya potensi sektor ini. 

Ia menyebut waralaba sebagai bidang yang paling cepat bangkit setelah masa pandemi, yang dibuktikan dengan capaian finansial yang kuat.

 Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Industri waralaba kami mencatatkan total omzet mencapai Rp143,25 triliun sepanjang tahun 2024 dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 98.000 orang. Angka tersebut membuktikan daya tahan sektor ini di tengah dinamika pasar,” jelas Levita.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin, Juan Permata Adoe, menyoroti tingginya ongkos logistik yang masih membebani daya saing industri dalam negeri. Ia menegaskan perlunya kebijakan yang nyata agar iklim usaha menjadi lebih kompetitif. 

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Kami membutuhkan kebijakan yang benar-benar sinkron antarinstansi pemerintah agar hambatan di lapangan dapat terurai secara efektif,” ujar Juan.

Walaupun terdapat tantangan, UMKM lokal diyakini tetap punya peluang besar untuk melakukan eskalasi bisnis, sehingga sumbangsih sektor perdagangan terhadap PDB nasional dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.

Reporter: Ibtihal