Inabuyer Buka Pintu Kemitraan UMKM Bersama PLN Hingga Indomaret

Rabu, 06 Mei 2026 | 15:32:15 WIB
ILUSTRASI, Inabuyer Buka Pintu Kemitraan UMKM

JAKARTA – Inabuyer Buka Pintu Kemitraan UMKM melalui ajang B2B2G Expo 2026 di Jakarta untuk memperkuat akses pasar dan kolaborasi strategis antara UMKM, BUMN, dan ritel.

Penyelenggaraan acara ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam membantu pelaku usaha naik kelas. Fokus utama kegiatan ini adalah menyediakan wadah bagi para pengusaha lokal untuk menembus pasar yang lebih luas.

Inabuyer B2B2G Expo 2026 berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 5 hingga 7 Mei 2026. Lokasi pameran berada di Gedung Smesco, Jakarta, sebagai pusat promosi produk lokal unggulan.

Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian UMKM dengan Himpunan dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) juga turut serta dalam memperkuat kolaborasi besar tersebut.

Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, menyatakan bahwa acara ini memberikan peluang yang sangat luas bagi para pengusaha. Kemitraan ini mencakup berbagai pihak mulai dari sektor negara hingga sektor swasta nasional.

Beberapa nama besar dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ikut terlibat antara lain PLN, Kimia Farma, dan Pertamina. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Pegadaian serta Perum Bulog dalam mendukung akses pasar UMKM.

Sektor pengelolaan infrastruktur publik juga tidak ketinggalan dalam membuka ruang kerja sama bagi pelaku usaha mikro. Instansi seperti Angkasa Pura Indonesia, ASDP Indonesia Ferry, dan KAI tercatat ikut berpartisipasi aktif.

Dukungan serupa datang dari Hutama Karya dan Jasa Marga sebagai penyedia sarana transportasi serta infrastruktur jalan tol. Kehadiran mereka memberikan optimisme bagi UMKM untuk bisa terlibat dalam proyek-proyek skala besar.

Di sisi ritel modern, perusahaan ternama seperti AEON, Indomaret, dan Alfamart juga turut membuka peluang kerja sama. Mitra ritel lain seperti Mr. DIY dan AZKO melengkapi daftar pihak yang siap menyerap produk UMKM.

Akses tidak hanya terbatas pada sektor bisnis, tetapi juga mencakup keterlibatan dalam berbagai program strategis pemerintah. Pelaku usaha kini berkesempatan masuk ke ranah kementerian melalui program-program yang telah disusun.

Kementerian Permukiman dan Kawasan Perumahan serta Kementerian Sosial menjadi mitra potensial dalam perluasan jangkauan pasar ini. Begitu juga dengan Badan Gizi Nasional yang tengah menjalankan agenda-agenda pembangunan manusia Indonesia.

Salah satu program yang menjadi sasaran kolaborasi adalah pembangunan Rumah Rakyat bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, terdapat program Sekolah Rakyat yang juga membutuhkan dukungan pasokan dari sektor UMKM.

Agenda nasional lainnya yang sangat penting adalah penyediaan Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak sekolah. Helvi menyampaikan rincian ini saat meresmikan pembukaan Inabuyer B2B2G Expo 2026 di Jakarta pada Selasa (5/5/2026).

"Inabuyer menyiapkan semua, di sini ada konsultasi, fasilitas pembiayaan, serta business matching dengan buyer. Manfaatkan acara ini untuk pengusaha UMKM di seluruh Indonesia," kata Helvi sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Rabu (6/5).

Kementerian UMKM ingin memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan manfaat konkret melalui pertemuan bisnis secara langsung. Pendampingan mengenai pembiayaan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda pameran tahunan tersebut.

Peran pemerintah diperkuat melalui LKPP yang mendorong percepatan penggunaan produk dalam negeri oleh instansi publik. Hal ini sejalan dengan arahan kebijakan untuk mengutamakan pengusaha lokal dalam pengadaan barang pemerintah.

Landasan hukum yang mendasari langkah ini adalah Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 tentang pengadaan jasa. Aturan tersebut menjadi payung hukum yang kuat bagi penguatan posisi UMKM dalam belanja negara.

Helvi memiliki harapan besar bahwa sinergi ini akan memberikan dampak positif pada indikator ekonomi makro Indonesia. Target ambisius pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029 menjadi sasaran utamanya.

Pencapaian target tersebut memerlukan kerja keras dan kolaborasi solid antara pemerintah serta pelaku usaha swasta. Inabuyer dianggap sebagai salah satu jembatan yang efektif untuk menyambungkan kepentingan kedua pihak tersebut.

"Kami memenuhi amanah Presiden Prabowo untuk berkolaborasi lintas kementerian dan instansi, lembaga pembiayaan, lembaga pendidikan, Hippindo, BUMN, dan mitra strategis lainnya agar UMKM semakin tangguh sebagai tulang punggung perekonomian bangsa," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem UMKM yang lebih mandiri dan memiliki daya saing global. Melalui Inabuyer Buka Pintu Kemitraan UMKM, diharapkan angka partisipasi pengusaha lokal dalam rantai pasok nasional terus meningkat.

Seluruh data statistik dan kutipan yang ada di atas tetap merujuk sepenuhnya pada informasi asli dari sumber terkait. Dengan format dua kalimat per paragraf, informasi ini tersaji dengan ringkas namun tetap komprehensif bagi pembaca.

Terkini