PURWOREJO — Program Zmart Baznas hadir di Purworejo, salurkan Rp320 juta bagi 40 pelaku usaha mikro mustahik dengan modal Rp8 juta per penerima manfaat untuk mendorong kemandirian ekonomi.
Program pemberdayaan ekonomi Zmart resmi menyasar Kabupaten Purworejo dengan menjangkau 40 mustahik sebagai penerima manfaat. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp320 juta, berasal dari kolaborasi antara Baznas pusat sebesar Rp240 juta dan Baznas Kabupaten Purworejo sebesar Rp80 juta.
"Namanya warung kecil pasti pasang surut. Maka kewajiban Baznas, mari kita dorong agar tidak surut, tetapi terus berkembang," ujar Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat, dalam peluncuran program di Purworejo, Kamis (30/4/2026).
Imdadun Rahmat menegaskan, Zmart merupakan program prioritas nasional yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas usaha ritel mikro masyarakat, dengan penekanan agar modal yang diterima tidak dialihkan untuk kebutuhan konsumtif rumah tangga.
Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan modal sebesar Rp8 juta yang digunakan untuk 3 komponen utama, yakni renovasi warung agar tampil lebih layak dan menarik, penambahan stok barang dagangan, serta pendampingan manajemen usaha secara berkelanjutan. Dengan paket yang menyeluruh ini, warung para mustahik tidak sekadar mendapat suntikan dana, tetapi juga disiapkan untuk beroperasi secara lebih profesional dan terstruktur.
Selain bantuan modal, para pengelola Zmart juga mendapatkan pelatihan kewirausahaan yang mencakup peningkatan soft skill dan hard skill. Baznas turut menggandeng platform logistik AKSESMU berbasis aplikasi digital untuk memperlancar rantai pasok barang dagangan secara lebih efisien sehingga ketersediaan produk di warung dapat terjaga dengan baik.
Imdadun berharap para mustahik yang kini menerima manfaat program ini dapat terus berkembang secara ekonomi hingga pada akhirnya bertransformasi menjadi muzaki atau pemberi zakat. Transformasi dari penerima menjadi pemberi zakat inilah yang menjadi tolok ukur keberhasilan program pemberdayaan jangka panjang Baznas.
Secara nasional, program Zmart telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hingga Maret 2026, program ini telah menjangkau 5.551 unit di 34 provinsi seluruh Indonesia, termasuk 720 unit di Jawa Tengah yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Ketua Baznas Kabupaten Purworejo, Achmad Hamid, menyambut positif kehadiran program ini di wilayahnya. Pemerintah Kabupaten Purworejo juga turut mengapresiasi inisiatif tersebut dan menaruh harapan besar agar program Zmart dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan warga secara nyata dan terukur.
Kehadiran program Zmart di Purworejo menandai perluasan jangkauan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang kian masif di tingkat kabupaten. Dengan pendekatan yang memadukan modal usaha, pelatihan, dan dukungan ekosistem digital, program ini membuka peluang nyata bagi warung-warung kecil untuk bertumbuh keluar dari lingkaran kemiskinan yang selama ini membatasi potensi mereka.