JAKARTA — Platform digital terintegrasi kini memudahkan UMKM kelola penjualan, pembayaran, logistik, dan keuangan dalam 1 sistem lewat kolaborasi strategis antara RUN System dan Exabytes Indonesia.
Kedua perusahaan resmi menjalin kemitraan untuk mengintegrasikan platform manajemen keuangan Accounting+ milik RUN System dengan layanan Website Toko Online dari Exabytes. Pengumuman kolaborasi ini dirilis pada Rabu (29/4/2026) dan ditujukan untuk memperkuat ekosistem digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.
"UMKM saat ini butuh lebih dari sekadar hadir secara online, mereka butuh sistem yang saling terhubung agar usaha bisa berjalan rapi dan berkembang," kata Country Manager Exabytes Indonesia Urip Indra Hartawan, dalam rilis pers, Rabu (29/4/2026).
Urip Indra Hartawan menilai, kemitraan ini sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah dalam mendorong digitalisasi UMKM dan pemerataan pertumbuhan ekonomi, sehingga integrasi antara layanan toko online dan sistem keuangan menjadi langkah konkret yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha.
Melalui integrasi ini, Accounting+ hadir sebagai solusi berbasis Software as a Service (SaaS) yang memungkinkan pelaku UMKM mengelola pembukuan, laporan keuangan, hingga insight bisnis dalam 1 platform yang mudah digunakan. Fitur-fitur tersebut dinilai masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh kalangan pelaku UMKM meski kebutuhannya cukup mendesak.
Kolaborasi ini juga melengkapi ekosistem yang sudah dimiliki Exabytes sebelumnya, mencakup sistem payment gateway serta manajemen logistik yang telah bekerja sama dengan berbagai merek di Indonesia. Dengan bergabungnya Accounting+, seluruh rantai operasional bisnis dari hulu ke hilir kini dapat dikelola dalam 1 ekosistem yang saling terhubung.
"Bersama Exabytes, kami menghadirkan solusi yang mengintegrasikan manajemen keuangan langsung ke dalam aktivitas operasional harian UMKM, sehingga mereka dapat menjalankan bisnis dengan lebih efisien dan terarah," ucap Corporate Secretary RUN System Aryo Ramandito, dalam rilis yang sama.
Aryo Ramandito menegaskan, dengan penggabungan berbagai fitur dalam 1 ekosistem, pelaku usaha dapat menyederhanakan proses operasional, menekan pekerjaan manual yang menyita waktu, serta mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat berdasarkan data.
Urgensi kolaborasi ini semakin relevan mengingat fakta bahwa Indonesia saat ini memiliki lebih dari 65 juta UMKM yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Namun, sebagian besar masih menghadapi tantangan dalam mengelola berbagai tools yang terpisah antara penjualan, pembayaran, logistik, dan akuntansi.
Di sisi permintaan pasar, lebih dari 70 persen konsumen Indonesia cenderung mencari dan mengevaluasi bisnis secara online sebelum memutuskan untuk membeli. Kondisi ini memperkuat kebutuhan UMKM untuk tidak hanya hadir secara digital, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan yang rapi dan terintegrasi agar mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar yang semakin kompetitif.