JAKARTA – Phapros PEHA resmi menunjuk Intan Abdams Katoppo sebagai direktur utama baru melalui RUPSLB guna mempercepat transformasi bisnis serta pertumbuhan positif perseroan.
Langkah strategis diambil oleh emiten farmasi PT Phapros Tbk. dalam mengawali periode kepemimpinan baru.
Perseroan secara resmi telah menetapkan susunan pengurus yang segar melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.
Pertemuan penting tersebut dilangsungkan pada hari Senin tanggal 27 April 2026 yang lalu.
Hasil utama dari rapat tersebut adalah pengangkatan Intan Abdams Katoppo untuk menduduki posisi Direktur Utama definitif.
Keputusan ini mengakhiri masa kepemimpinan sementara yang sebelumnya dipegang oleh seorang pelaksana tugas di internal.
Ida Rahmi Kurniasih sebelumnya menjalankan tanggung jawab tersebut sembari menjabat sebagai Direktur Produksi perusahaan.
Kini jabatan tertinggi di jajaran direksi tersebut telah memiliki pejabat tetap yang akan memimpin arah bisnis ke depan.
Selain posisi puncak, pemegang saham juga menyetujui perubahan pada kursi Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM.
Ferdinand Troedu dipilih untuk mengemban amanah baru tersebut guna memperkuat fondasi finansial serta manajemen risiko.
Sementara itu, posisi direktur lainnya masih tetap dipertahankan untuk menjaga kesinambungan operasional yang sudah berjalan.
Ida Rahmi Kurniasih tetap fokus pada tugasnya sebagai Direktur Produksi dalam mendukung ketersediaan produk kesehatan.
Begitu pula dengan Maraja Jeson Siregar yang masih dipercaya memegang kendali sebagai Direktur Pemasaran perseroan.
Sektor pengawasan juga mendapatkan sentuhan baru melalui perombakan yang terjadi pada jajaran dewan komisaris.
Alfi Novtriansyah Rustam kini menjabat sebagai Komisaris Utama untuk mengawasi jalannya roda bisnis perusahaan farmasi ini.
Selain itu, Nurjayanto Kusumawardhono masuk ke dalam jajaran pengawas dengan mengemban jabatan sebagai Komisaris Independen.
Perubahan struktur ini menandai berakhirnya masa tugas beberapa pejabat lama yang telah memberikan kontribusi signifikan.
Mantan Komisaris Utama Maxi Rein Rondonuwu dan Komisaris Independen Chrisma Aryani Albandjar kini resmi purna tugas.
Yudhi Rangkuti yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM juga diberhentikan dengan hormat.
Pihak manajemen menekankan bahwa pengangkatan direktur utama definitif adalah momentum krusial bagi akselerasi bisnis perusahaan.
Penyegaran ini diharapkan mampu membawa energi baru dalam mengeksekusi berbagai rencana kerja strategis yang ada.
GM Corporate Secretary PT Phapros Tbk Zahmilia Akbar menjelaskan alasan di balik pergantian pengurus di tubuh emiten tersebut.
Zahmilia menyatakan bahwa perombakan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk melanjutkan proses transformasi bisnis.
“Phapros terus berkomitmen untuk memberikan produk dan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Indonesia dan pada saat yang sama memiliki target untuk tumbuh positif sebagai sebuah korporasi yang profesional dan sehat,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ungkapan tersebut menegaskan visi perusahaan untuk tetap kompetitif di industri farmasi nasional yang kian dinamis.
Terdapat komposisi lengkap manajemen baru yang kini bertugas mengelola operasional serta pengawasan PT Phapros Tbk.
Di barisan komisaris terdapat Alfi Novtriansyah Rustam, Nurjayanto Kusumawardhono, Bimo Wijayanto, serta Masrizal Achmad Syarief.
Formasi ini bertugas memastikan bahwa tata kelola perusahaan berjalan sesuai dengan regulasi dan kepentingan pemegang saham.
Sedangkan di barisan direksi dipimpin oleh Intan Abdams Katoppo bersama Ida Rahmi Kurniasih dan Maraja Jeson Siregar.
Ferdinand Troedu melengkapi kuartet direksi tersebut untuk mengelola aspek sumber daya manusia dan risiko keuangan.
Kehadiran sosok pimpinan baru diharapkan dapat membawa Phapros PEHA mencapai target-target ambisius di tahun-tahun mendatang.
Fokus utama tetap pada inovasi produk kesehatan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat luas.
Transformasi bisnis yang tengah dijalankan akan menjadi ujian awal bagi efektivitas struktur kepengurusan yang baru ini.
Pasar modal tentunya akan memantau bagaimana dampak dari perombakan ini terhadap performa saham maupun fundamental emiten.
Penyegaran internal ini diharapkan segera memberikan dampak positif pada efisiensi serta produktivitas di seluruh lini.
Dengan kepemimpinan definitif, setiap kebijakan strategis dapat diambil dengan lebih cepat serta memiliki legitimasi yang kuat.
Industri kesehatan yang terus berkembang menuntut adaptasi cepat dari perusahaan farmasi seperti PT Phapros Tbk ini.
Melalui tenaga profesional yang baru dilantik, perseroan optimis dapat menjaga kepercayaan dari para pemangku kepentingan.
Demikian laporan mengenai perubahan pengurus inti di tubuh perusahaan farmasi terkemuka di tanah air tersebut.
Semoga langkah ini membawa kemajuan yang signifikan bagi industri kesehatan dan juga pertumbuhan ekonomi nasional.