JAKARTA – Tren investasi kecerdasan buatan atau AI trade kembali bergairah dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lonjakan harga saham uranium global.
Lonjakan permintaan daya listrik untuk mendukung operasional pusat data di seluruh dunia menjadi pemicu utama pergerakan sektor komoditas ini.
"The AI trade is back and providing a boon for uranium stocks," tulis laporan pasar yang dilansir dari afr.com, Senin (27/4/2026).
Pelaku pasar kini menyadari bahwa pengembangan teknologi masa depan membutuhkan kepastian pasokan energi yang stabil dan rendah emisi karbon.
Sentimen positif ini mendorong harga saham sejumlah produsen uranium terbesar mengalami kenaikan cukup tajam sejak pembukaan perdagangan.
Laporan dari afr.com menyebutkan bahwa korelasi antara pertumbuhan pusat data kecerdasan buatan dengan kebutuhan energi nuklir semakin erat di mata investor institusi.
"Investors are increasingly betting on nuclear power as the reliable backbone for the power-hungry AI revolution," ungkap ulasan pasar tersebut sebagaimana dikutip dari afr.com, Senin (27/4/2026).
Pembangkit listrik tenaga nuklir dianggap sebagai solusi paling rasional untuk memenuhi beban dasar listrik yang tidak bisa dipenuhi hanya oleh energi terbarukan intermiten.
Dinamika pasar modal menunjukkan adanya pergeseran modal dari sektor teknologi murni menuju infrastruktur fisik pendukungnya.
Beberapa emiten pertambangan bahkan mencatatkan volume perdagangan yang jauh melampaui rata-rata harian mereka selama setahun terakhir.
"The resurgence in uranium prices reflects a broader acceptance of nuclear energy's role in a low-carbon future driven by technology," tegas laporan analis dalam website afr.com, Senin (27/4/2026).
Kesiapan pasokan bahan baku nuklir menjadi perhatian utama mengingat pembangunan fasilitas reaktor baru membutuhkan waktu yang cukup lama.
Meskipun terdapat risiko fluktuasi harga komoditas namun fundamental sektor uranium dinilai sangat kokoh berkat kontrak jangka panjang.
Negara-negara maju mulai meninjau kembali kebijakan energi mereka untuk memastikan keberlanjutan industri digital nasional masing-masing.
Pertumbuhan valuasi di sektor ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan semakin masifnya adopsi perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan di berbagai lini.