IHSG Sesi I Hijau 0,65 Persen Meski Investor Asing Jual Saham Bank

Senin, 27 April 2026 | 20:46:19 WIB
Ilustrasi Sinyal Hijau (https://www.samco.in/knowledge-center/wp-content/uploads/cache/2025/12/20251011052737_market_up_higher/3943633863.webp)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terpantau menguat 0,65 persen pada penutupan sesi I hari ini meskipun terdapat tekanan jual dari investor asing pada saham bank.

Pergerakan pasar modal domestik menunjukkan dinamika yang menarik dengan adanya rotasi sektoral yang cukup signifikan sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Penguatan indeks ini didorong oleh kenaikan di sejumlah sektor non-perbankan yang mampu mengimbangi tekanan jual pada emiten-emiten berkapitalisasi besar.

"The JCI managed to gain 0.65% to 7,200 level during the first session despite the net foreign sell in big-four bank stocks," ujar analis pasar modal, Budi Santoso, melansir dari idnfinancials.com, Senin (27/04/2026).

Budi Santoso menjelaskan bahwa aksi ambil untung oleh pemodal internasional menjadi pemicu utama keluarnya dana asing dari sektor finansial tersebut.

Sektor teknologi dan energi terlihat menjadi penopang utama yang memberikan kontribusi positif terhadap kenaikan angka indeks pada paruh pertama perdagangan.

"Foreign investors recorded a net sell of IDR 450 billion, primarily hitting Bank Central Asia and Bank Rakyat Indonesia," ungkap laporan riset harian sebagaimana dikutip dari idnfinancials.com, Senin (27/04/2026).

Laporan tersebut merinci bahwa volume perdagangan tetap stabil meskipun komposisi pemegang saham mengalami pergeseran di antara investor institusi maupun ritel.

Meskipun saham perbankan mengalami tekanan, optimisme pelaku pasar lokal tetap terjaga seiring dengan laporan kinerja emiten kuartal 1 2026 yang cukup solid.

Iskandar memaparkan bahwa posisi IHSG saat ini masih berada dalam tren konsolidasi yang cenderung positif untuk menguji level psikologis berikutnya di akhir bulan.

Kenaikan harga komoditas global juga ikut memberikan sentimen tambahan bagi saham-saham di sektor pertambangan yang mencatatkan pertumbuhan nilai cukup signifikan hari ini.

"Domestic buying power remains strong enough to absorb the selling pressure from offshore funds in the banking sector," kata pengamat ekonomi, Siti Aminah, melalui idnfinancials.com, Senin (27/04/2026).

Siti Aminah menekankan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi untuk memastikan minat investasi di pasar saham Indonesia tidak terganggu oleh fluktuasi nilai tukar.

Beberapa analis menyarankan agar pemodal tetap waspada terhadap pergerakan dana asing yang dapat memengaruhi volatilitas harga saham blue chip dalam waktu dekat.

Evaluasi portofolio secara berkala perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko akibat perubahan sentimen pasar yang berlangsung sangat cepat di bursa global.

Kondisi likuiditas pasar yang terjaga diharapkan mampu mendukung kelanjutan penguatan indeks hingga penutupan sesi perdagangan kedua sore nanti.

Terkini