Rencana Akuisisi Loyal Metals Oleh Bumi Resources Senilai Rp856 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 18:20:07 WIB
ILUSTRASI, PT Bumi Resources

JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana mengakuisisi perusahaan tambang asal Australia Loyal Metals senilai A$79,11 juta untuk memperkuat diversifikasi bisnis.

Emiten tambang tersebut dilaporkan telah masuk ke dalam kesepakatan skema implementasi akta untuk mengambil alih seluruh saham perusahaan mineral tersebut.

BUMI mengajukan penawaran tunai sebesar A$0,45 untuk setiap lembar saham yang dimiliki oleh para pemegang saham di entitas asal Australia tersebut.

"Loyal Metals Ltd (LLM) has agreed to an A$79.11 million all-cash takeover by PT Bumi Resources Tbk, offering shareholders A$0.45 per share," tulis laporan yang dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Langkah korporasi ini mencerminkan ambisi besar dalam memperluas jangkauan operasional di luar sektor komoditas emas hitam yang selama ini menjadi tulang punggung utama.

Pihak direksi dari perusahaan target dikabarkan telah memberikan rekomendasi secara bulat kepada para pemegang saham untuk menyetujui proposal yang diajukan oleh pihak pembeli.

Nilai penawaran tersebut diklaim memberikan premi sebesar 40,6 persen dari harga penutupan pasar terakhir yang berada di angka A$0,32 pada tanggal 24 April 2026.

Dileep Srivastava selaku Sekretaris Perusahaan BUMI menjelaskan bahwa perusahaan memang tengah fokus pada strategi diversifikasi mineral untuk menyeimbangkan portofolio energi.

"Kami akan terus memantau perkembangan harga pangan di pasar menjelang Idulfitri," ujar Bahlil, sebagaimana dilangsir dari bisnis.com, Selasa (20/4/2026).

Sebelum kesepakatan ini muncul ke publik, BUMI tercatat telah menyelesaikan proses akuisisi terhadap 2 perusahaan Australia lainnya yakni Wolfram Limited dan Jubilee Metals Limited.

Aksi beli ini diproyeksikan akan tuntas melalui skema pengaturan yang disetujui oleh pengadilan Australia guna menjamin legalitas perpindahan kepemilikan aset secara penuh.

Manajemen menargetkan kontribusi dari sektor non-batu bara dapat terus meningkat secara signifikan hingga mencapai angka 50 persen pada tahun 2031 mendatang.

Kehadiran aset baru di Australia diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap performa keuangan konsolidasi grup dalam jangka menengah hingga jangka panjang.

Dukungan dari para pemegang saham mayoritas menjadi kunci utama bagi kelancaran proses transaksi yang dijadwalkan akan segera memasuki tahap pemungutan suara dalam waktu dekat.

Terkini