Tekanan Jual Berlanjut di Bursa China Saat Penutupan Pekan April

Jumat, 24 April 2026 | 20:41:04 WIB
Ilustrasi Shanghai Composite (https://ca-times.brightspotcdn.com/dims4/default/4dcbc44/2147483647/strip/true/crop/5000x3334+0+0/resize/768x512!/format/webp/quality/75/?url=https%3A%2F%2Fcalifornia-times-brightspot.s3.amazonaws.com%2F62%2F8d%2F2f2b0bce7ca5

JAKARTA – Bursa saham China terpantau melanjutkan tren penurunan pada perdagangan terbaru, mencerminkan kinerja mingguan yang beragam di tengah kekhawatiran ekonomi.

Sentimen pasar masih dibayangi oleh ketidakpastian mengenai efektivitas kebijakan stimulus yang telah digelontorkan untuk membangkitkan sektor properti dan konsumsi domestik.

"Penurunan saham di daratan China berlanjut pada sesi perdagangan hari ini karena investor mulai meragukan keberlanjutan pemulihan ekonomi di kuartal kedua," tulis laporan pasar Shanghai, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).

Indeks Shanghai Composite dan komponen lainnya bergerak di zona negatif sepanjang sesi seiring dengan minimnya katalis positif yang kuat dari dalam negeri.

Para analis menyebutkan bahwa tekanan jual juga dipicu oleh aksi penyesuaian portofolio oleh investor institusi menjelang penutupan perdagangan pekan ini.

"Kinerja mingguan yang terlihat beragam ini mencerminkan adanya tarik-menarik antara harapan akan dukungan pemerintah dan realitas data makro yang masih lemah," papar laporan pasar Shanghai, melansir dari indopremier.com, Jumat (24/4/2026).

Sektor teknologi dan perbankan menjadi pemberat utama indeks, sementara sektor energi mencoba bertahan di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Kekhawatiran akan ketegangan perdagangan internasional juga turut memberikan beban tambahan bagi emiten yang memiliki ketergantungan tinggi pada pasar ekspor.

Volume perdagangan tercatat lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya yang mengindikasikan adanya sikap menunggu di kalangan pelaku pasar ritel.

Meskipun terdapat upaya stabilisasi dari otoritas bursa, arus keluar modal asing masih menjadi tantangan bagi penguatan nilai kapitalisasi pasar secara keseluruhan.

Pergerakan indeks hingga akhir pekan ini diproyeksikan masih akan berada dalam tekanan selama belum ada sinyal pemulihan konsumsi yang lebih solid di masyarakat.

Terkini