MBG Untuk Lansia Dan Disabilitas Dimatangkan: Distribusi Libatkan Pokmas Dan Caregiver

Jumat, 27 Februari 2026 | 10:41:05 WIB
MBG Untuk Lansia Dan Disabilitas Dimatangkan: Distribusi Libatkan Pokmas Dan Caregiver

JAKARTA - Pemerintah terus mematangkan persiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar jangkauannya semakin inklusif, menyasar kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Memasuki akhir Februari 2026, fokus utama kini diarahkan pada skema distribusi bagi warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Mengingat adanya keterbatasan mobilitas pada kelompok sasaran ini, strategi penyaluran tidak lagi menggunakan sistem terpusat di satu titik, melainkan akan diantarkan langsung ke pintu rumah (door-to-door). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa asupan nutrisi berkualitas dapat diterima secara merata tanpa hambatan fisik bagi penerimanya.

Sinergi Pokmas Dan Caregiver Sebagai Ujung Tombak Distribusi

Keberhasilan program MBG untuk lansia dan disabilitas sangat bergantung pada peran aktif masyarakat di tingkat akar rumput. Pemerintah telah menyiapkan skema kolaborasi yang melibatkan Kelompok Masyarakat (Pokmas) di tiap desa atau kelurahan. Pokmas akan bertanggung jawab dalam proses pengadaan bahan baku lokal, pengolahan makanan sesuai standar gizi, hingga pengaturan jadwal pengiriman.

Selain Pokmas, peran caregiver atau pendamping menjadi sangat krusial. Para pendamping ini bertugas memastikan makanan yang dikirimkan sesuai dengan kondisi kesehatan penerima, mengingat lansia dan penyandang disabilitas sering kali memiliki kebutuhan diet khusus. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan pangan, tetapi juga menciptakan sistem pengawasan sosial yang lebih erat di lingkungan pemukiman warga.

Standar Gizi Spesifik Dan Pengawasan Kualitas Makanan

Berbeda dengan menu umum, makanan bergizi gratis untuk lansia dan disabilitas akan disusun dengan memperhatikan tekstur dan kandungan nutrisi yang mudah dicerna. Ahli gizi dilibatkan untuk menyusun panduan menu yang kaya akan kalsium, serat, dan protein tanpa kandungan garam atau gula berlebih. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang bagi kelompok rentan tersebut.

Pengawasan kualitas akan dilakukan secara ketat melalui sistem pelaporan digital yang terintegrasi. Setiap paket makanan yang didistribusikan oleh Pokmas harus melalui verifikasi standar kebersihan dan ketepatan waktu. Dengan keterlibatan aktif dari kader-kader lokal, transparansi program dapat lebih terjaga, meminimalisir risiko penyalahgunaan bantuan di lapangan.

Mendorong Ekonomi Lokal Lewat Pemberdayaan Masyarakat

Program MBG ini juga dirancang untuk memberikan dampak domino bagi ekonomi lokal. Dengan melibatkan Pokmas dalam penyediaan makanan, perputaran uang tetap berada di lingkup desa atau kelurahan tersebut. Bahan pangan seperti sayuran, telur, dan daging akan diprioritaskan bersumber dari petani dan peternak lokal. Strategi ini selaras dengan visi pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang dimulai dari kemandirian komunitas terkecil.

"Skema distribusi MBG untuk lansia dan disabilitas sedang dimatangkan dengan melibatkan Pokmas dan pendamping (caregiver). Kami ingin memastikan program ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan," ungkap pejabat terkait mengenai arah kebijakan tersebut di tahun 2026.

Terkini