JAKARTA - Menjelang masuknya bulan suci Ramadan 2026, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang memperketat pengawasan terhadap pergerakan harga bahan pokok di berbagai pasar rakyat dan pusat perbelanjaan.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pola musiman di mana permintaan masyarakat cenderung meningkat tajam, yang berpotensi memicu inflasi dan ketidakstabilan harga. Diskopindag menegaskan bahwa pemantauan dilakukan secara real-time guna memastikan masyarakat Kota Malang dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga yang tetap wajar dan terjangkau.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli warga sekaligus memastikan rantai pasok barang dari produsen hingga ke konsumen tetap berjalan lancar tanpa hambatan spekulasi.
Mekanisme Monitoring: Data Harian dari Pasar-Pasar Rakyat
Diskopindag Kota Malang mengerahkan tim pemantau lapangan yang bertugas mencatat fluktuasi harga di pasar-pasar utama seperti Pasar Besar, Pasar Oro-oro Dowo, dan Pasar Blimbing. Data yang terkumpul setiap pagi langsung diintegrasikan ke dalam sistem informasi harga pangan untuk dianalisis trennya. Fokus utama pemantauan meliputi komoditas strategis seperti beras, telur ayam ras, daging sapi, minyak goreng, serta bumbu dapur seperti cabai dan bawang.
Jika ditemukan adanya kenaikan harga yang melampaui batas kewajaran atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Diskopindag akan segera melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi apakah penyebabnya adalah murni kendala stok atau adanya gangguan di tingkat distribusi. Transparansi data ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan barang.
Strategi Intervensi: Rencana Pasar Murah dan Operasi Pasar
Sebagai langkah mitigasi apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan, Diskopindag telah menyiapkan skema intervensi pasar. Salah satunya adalah penyelenggaraan Pasar Murah atau Gerakan Pangan Murah yang akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai kecamatan. Program ini bertujuan untuk memotong rantai distribusi yang panjang sehingga masyarakat bisa mendapatkan komoditas dengan harga di bawah harga pasar.
Selain itu, koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga diperkuat. Kerja sama ini melibatkan pihak kepolisian untuk mengawasi gudang-gudang penyimpanan agar tidak terjadi praktik penimbunan barang oleh oknum tidak bertanggung jawab. Diskopindag memastikan bahwa stok cadangan pangan di gudang-gudang distributor di Malang Raya saat ini masih dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Fokus pada Stabilitas Harga Beras dan Protein Hewani
Beras dan protein hewani (telur dan daging) menjadi perhatian khusus mengingat kedua komoditas ini memiliki bobot inflasi yang cukup tinggi. Diskopindag terus berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan kelancaran distribusi Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke pasar-pasar rakyat. Kehadiran beras subsidi ini menjadi penyeimbang di tengah fluktuasi harga beras kualitas premium yang mungkin terjadi akibat faktor cuaca atau masa panen.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Diskopindag menjamin bahwa pasokan barang tetap terjaga, sehingga warga diharapkan tetap tenang dan belanja sesuai dengan kebutuhan harian agar sirkulasi barang di pasar tetap sehat.
Imbauan Bagi Pedagang dan Konsumen di Kota Malang
Diskopindag memberikan peringatan kepada para pedagang dan distributor agar tetap mematuhi regulasi harga yang ada dan tidak mengambil keuntungan secara sepihak di tengah meningkatnya kebutuhan warga. Di sisi lain, penggunaan aplikasi pemantau harga resmi milik pemerintah sangat disarankan bagi warga agar dapat mengetahui perbandingan harga di berbagai pasar sebelum melakukan transaksi.
Dengan pengawasan yang ketat dan sinergi antar-instansi, Kota Malang optimis dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah selama bulan Ramadan. Suasana yang kondusif di pasar diharapkan dapat mendukung kekhusyukan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa tanpa terbebani masalah harga kebutuhan pokok yang melambung.