JAKARTA - Pergerakan Juventus di bursa transfer mulai mengarah pada perubahan besar di sektor pertahanan.
Klub asal Turin itu tengah bersiap menyambut musim baru dengan rencana penyegaran skuad, khususnya di lini belakang. Salah satu nama yang kini masuk radar utama adalah Marcos Senesi, bek asal Argentina yang kontraknya bersama Bournemouth akan berakhir pada akhir Juni mendatang. Situasi ini membuka peluang besar bagi Juventus untuk mendapatkan pemain berkualitas tanpa biaya transfer.
Ketertarikan Juventus pada Senesi bukan tanpa konsekuensi. Kedatangan pemain baru hampir pasti menuntut adanya pengorbanan dalam komposisi skuad. Dengan jumlah bek yang sudah cukup padat, satu nama dari lini belakang berpotensi harus dilepas demi menjaga keseimbangan tim. Situasi inilah yang membuat masa depan beberapa pemain mulai disorot.
Situasi Transfer Senesi Mengubah Peta Persaingan
Status bebas transfer membuat Senesi menjadi incaran banyak klub besar Eropa. Juventus tidak sendirian dalam perburuan ini, karena Barcelona dan Borussia Dortmund juga dikabarkan memantau situasinya secara serius. Meski demikian, pendekatan Juventus dalam beberapa pekan terakhir disebut semakin intens dan konkret.
Bagi manajemen Juventus, Senesi dianggap sebagai solusi jangka menengah yang ideal. Pengalamannya di Liga Inggris serta karakter permainannya yang tenang dan kuat dalam duel dinilai cocok dengan kebutuhan tim. Namun, untuk memasukkan Senesi ke dalam skuad, Juventus harus merapikan struktur pertahanan yang ada.
Dengan kebijakan pelatih yang hanya ingin melepas satu bek inti, persaingan internal pun tak terhindarkan. Setiap keputusan akan berdampak langsung pada stabilitas tim, terutama jika dilakukan tanpa perhitungan matang.
Federico Gatti Dalam Posisi Paling Rentan
Nama yang paling sering disebut sebagai kandidat keluar adalah Federico Gatti. Bek berusia 27 tahun itu dinilai berada di posisi paling rentan jika Senesi benar-benar bergabung. Laporan media Italia menyebutkan bahwa kebijakan pelatih Luciano Spalletti hanya mengizinkan satu bek dilepas dari skuad utama.
Dalam skema Spalletti, beberapa nama lain justru dianggap lebih krusial. Gleison Bremer, Lloyd Kelly, dan Pierre Kalulu dipandang sebagai fondasi penting untuk musim depan. Hal ini membuat posisi mereka relatif aman, meskipun terjadi perombakan pemain.
Gatti sendiri baru saja kembali dari cedera, namun perannya tidak lagi sekuat sebelumnya. Di era Massimiliano Allegri, Thiago Motta, hingga Igor Tudor, ia sempat menjadi pilihan utama. Kini, persaingan yang semakin ketat membuat peluangnya untuk kembali menjadi starter kian menipis.
Pertimbangan Teknis Dan Kebijakan Klub
Dari sudut pandang manajemen, Juventus tidak menutup pintu untuk melepas Gatti jika ada tawaran yang sesuai. Usianya yang masih produktif dan pengalaman di Serie A membuatnya tetap memiliki nilai jual. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil negosiasi dengan Senesi serta kebutuhan teknis tim secara keseluruhan.
Juventus dikenal berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis, terutama yang berkaitan dengan lini pertahanan. Melepas satu pemain tanpa pengganti sepadan bisa menjadi bumerang, apalagi menghadapi musim yang padat dengan berbagai kompetisi.
Di sisi lain, kedatangan Senesi juga diharapkan membawa variasi baru dalam skema permainan. Ia bisa memberi opsi tambahan dalam rotasi dan meningkatkan kualitas distribusi bola dari belakang, sesuatu yang menjadi perhatian utama staf pelatih.
Risiko Kehilangan Kedalaman Skuad
Masalah lain yang perlu dipertimbangkan adalah kedalaman skuad. Kepergian Daniele Rugani ke Fiorentina dengan status pinjaman plus opsi beli sudah lebih dulu mengurangi stok bek Juventus. Kondisi ini membuat kebutuhan akan pemain bertahan yang siap pakai menjadi semakin mendesak.
Bremer, sebagai salah satu pilar utama, membutuhkan pelapis berkaki kanan yang mumpuni. Riwayat cederanya dalam beberapa musim terakhir membuat Juventus tidak bisa mengambil risiko berlebihan. Jika Gatti dilepas tanpa alternatif yang sepadan, celah di lini belakang bisa menjadi masalah serius.
Pierre Kalulu sebenarnya dapat kembali ke posisi aslinya sebagai bek tengah. Namun, Spalletti cenderung memaksimalkan perannya sebagai bek kanan sesuai kebutuhan skema permainan. Hal ini membuat opsi rotasi di sektor tengah semakin terbatas.
Menjaga Keseimbangan Ambisi Dan Stabilitas
Jika Juventus hanya mengandalkan Senesi sebagai tambahan tenaga baru, struktur pertahanan berpotensi menjadi rapuh dalam jangka panjang. Klub harus memastikan ada solusi matang sebelum melepas pemain yang sudah memahami karakter dan ritme Liga Italia.
Langkah transfer ini akan menjadi ujian penting bagi manajemen dan tim pelatih. Ambisi untuk memperkuat skuad harus berjalan seiring dengan upaya menjaga stabilitas tim. Keputusan terkait masa depan Federico Gatti bukan sekadar soal transfer, melainkan tentang arah pembangunan Juventus untuk musim mendatang.