JAKARTA - Menjelang datangnya bulan Ramadan hingga perayaan Lebaran 2026, isu perombakan kabinet kembali mencuat di ruang publik.
Namun, pemerintah memastikan bahwa stabilitas kabinet tetap terjaga dan tidak ada agenda reshuffle dalam waktu dekat. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk meredam spekulasi yang berkembang sekaligus menegaskan fokus pemerintah pada kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Prasetyo menilai, periode menjelang Ramadan dan Lebaran merupakan momentum penting bagi pemerintah untuk memastikan berbagai program berjalan optimal. Alih-alih melakukan perubahan susunan menteri, pemerintah memilih mengonsolidasikan kerja kabinet agar seluruh agenda prioritas dapat terlaksana dengan baik dan tepat sasaran.
Pernyataan Resmi Istana Soal Reshuffle Kabinet
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi secara tegas menyatakan bahwa tidak akan ada perombakan kabinet menjelang Ramadan maupun Lebaran tahun ini. Kepastian tersebut disampaikannya saat ditemui awak media di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
"Tidak ada reshuffle lagi jelang Ramadan dan jelang Lebaran," kata Prasetyo singkat.
Pernyataan tersebut sekaligus menutup ruang spekulasi yang kerap muncul setiap kali memasuki momen besar nasional. Menurut Prasetyo, kabinet saat ini masih solid dan mampu menjalankan tugas sesuai arahan Presiden, sehingga tidak ada urgensi untuk melakukan perubahan dalam waktu dekat.
Fokus Pemerintah Pada Kebijakan Pro Rakyat
Prasetyo menjelaskan bahwa menjelang Lebaran, pemerintah tengah memusatkan perhatian pada penyiapan kebijakan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat. Fokus utama diarahkan pada upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meringankan beban publik selama periode Ramadan dan mudik Lebaran.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah stimulus ekonomi yang diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah ingin memastikan bahwa perputaran ekonomi tetap terjaga, terutama pada kuartal pertama tahun 2026 yang dinilai krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, konsistensi kebijakan menjadi kunci agar berbagai program tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara luas. Oleh karena itu, stabilitas kabinet dianggap penting untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan kebijakan.
Stimulus Ekonomi Menjelang Mudik Lebaran
Sebagai juru bicara Istana, Prasetyo mencontohkan beberapa paket stimulus yang sedang disiapkan pemerintah. Di antaranya adalah pemberian diskon tiket transportasi, baik pesawat maupun kereta api, untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.
Kebijakan ini diharapkan mampu membantu masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman dengan biaya lebih terjangkau. Selain itu, insentif tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah tujuan mudik.
Menurut Prasetyo, stimulus semacam ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga sektor lain seperti pariwisata, perdagangan, dan jasa. Dengan demikian, efek bergandanya diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Dampak Kebijakan Terhadap Daya Beli Dan Ekonomi
Prasetyo menilai bahwa kebijakan yang disiapkan pemerintah menjelang Lebaran akan memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat. Dengan adanya berbagai stimulus, masyarakat diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk melakukan konsumsi, terutama pada kebutuhan pokok dan aktivitas mudik.
Selain membantu masyarakat secara langsung, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026. Momentum Ramadan dan Lebaran dinilai sebagai salah satu penggerak utama konsumsi domestik, sehingga perlu didukung dengan kebijakan fiskal yang tepat.
Pemerintah, lanjut Prasetyo, berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan fiskal negara dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, prioritas anggaran diarahkan pada program-program yang memiliki dampak nyata dan luas.
Kesiapan Infrastruktur Dan Kelancaran Mudik
Selain stimulus ekonomi, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik Lebaran. Prasetyo menegaskan bahwa perbaikan jalan menjadi salah satu perhatian utama, mengingat saat ini masih berada dalam musim hujan.
Lubang jalan yang muncul di berbagai daerah dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Oleh sebab itu, pemerintah berupaya mempercepat perbaikan agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan lancar.
"Jadi orientasi fiskal kita juga sekarang diprioritaskan kesana untuk kepentingan masyarakat," jelas Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana. Mulai dari transportasi, infrastruktur, hingga keamanan, semuanya menjadi bagian dari fokus pemerintah menjelang Lebaran.
Dengan memastikan tidak adanya reshuffle kabinet, pemerintah berharap seluruh jajaran menteri dapat bekerja lebih optimal tanpa terganggu isu perubahan struktur. Stabilitas ini dinilai penting agar kebijakan publik dapat dieksekusi secara konsisten dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas selama Ramadan dan Lebaran 2026.