JAKARTA - Gempa tektonik bermagnitudo 6,5 yang berpusat di tenggara Pacitan pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026, pukul 01.06 WIB, berdampak langsung pada operasional kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Sesuai dengan prosedur keselamatan yang ketat, PT KAI mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara sebanyak 14 perjalanan kereta api melalui mekanisme Berhenti Luar Biasa (BLB). Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada kerusakan pada prasarana seperti jalur rel dan jembatan akibat guncangan gempa.
Meskipun sempat terjadi keterlambatan jadwal, PT KAI memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi aman dan tidak ada rangkaian kereta yang mengalami anjlok sebagaimana isu yang sempat beredar di media sosial.
Daftar Kereta Api Yang Terkena Berhenti Luar Biasa (BLB)
Selama proses pemeriksaan berlangsung, 14 rangkaian kereta api harus berhenti sementara dengan durasi keterlambatan yang bervariasi antara 29 hingga 49 menit. Berikut adalah daftar KA yang terdampak:
KA Jarak Jauh: KA Sancaka (39 menit), KA Jaka Tingkir (29 menit), KA Gajayana Tambahan (40 menit), KA Malioboro Ekspres (42 menit), KA Lodaya (45 menit), KA Bogowonto (47 menit), KA Malabar (42 menit), KA Gajayana (47 menit), KA Majapahit (49 menit), dan KA Jayakarta (48 menit).
KA Logistik & Layanan: KA Bungtalun Service (42 menit), KA Parcel Tengah (35 menit), KA Parcel Selatan (41 menit), serta KA Mawalo Tanker (46 menit).
Hasil Pemeriksaan Jalur Dan Normalisasi Perjalanan
Segera setelah guncangan mereda, tim lapangan KAI Daop 6 melakukan pengecekan menyeluruh pada jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya di seluruh wilayah kerja. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang teliti, seluruh lintas dinyatakan aman untuk dilalui.
Pada pukul 02.04 WIB, seluruh perjalanan kereta api yang sempat tertahan diizinkan untuk melanjutkan kembali perjalanannya masing-masing. Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Klarifikasi Atas Isu Kereta Anjlok Di Media Sosial
Terkait video yang viral mengenai narasi kereta api kargo yang anjlok di perlintasan sebidang (Timoho/selatan UIN Yogyakarta) akibat gempa, PT KAI memberikan klarifikasi tegas. Kereta yang terlihat berhenti tersebut bukanlah anjlok, melainkan sedang menjalankan prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB) darurat tepat saat gempa terjadi. Hal ini merupakan standar operasional prosedur (SOP) wajib bagi masinis untuk segera menghentikan laju kereta saat merasakan getaran gempa yang signifikan.
Permohonan Maaf Dan Komitmen Keselamatan
PT KAI Daop 6 menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang muncul akibat keterlambatan ini. Perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada para penumpang atas kesabaran mereka selama masa tunggu pemeriksaan pascagempa. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu mengikuti informasi resmi dari kanal komunikasi PT KAI.