Menko Pangan Tegaskan Program MBG Berlanjut Saat Ramadan dengan Skema Khusus

Jumat, 06 Februari 2026 | 13:50:20 WIB
Menko Pangan Tegaskan Program MBG Berlanjut Saat Ramadan dengan Skema Khusus

JAKARTA -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026. 

Pemerintah menegaskan keberlanjutan program tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti siswa sekolah, ibu hamil, serta anak di bawah dua tahun. Namun, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan situasi puasa agar tetap relevan dan efektif.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang memastikan bahwa meski terjadi perubahan pola aktivitas masyarakat selama Ramadan, program MBG tidak dihentikan. 

Pemerintah memilih melakukan penyesuaian mekanisme penyaluran agar manfaat program tetap dirasakan tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

Penyesuaian Skema Penyaluran Selama Ramadan

Dalam pelaksanaannya selama Ramadan, pemerintah akan menerapkan mekanisme berbeda dibandingkan hari biasa. Penyesuaian ini terutama menyasar penerima manfaat dari kalangan siswa yang menjalankan ibadah puasa.

"Pembagian MBG tetap berlanjut meski di bulan Ramadan. Hanya saja, mekanismenya berubah menyesuaikan situasinya," kata Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa perubahan mekanisme dilakukan agar program tetap tepat sasaran serta tidak bertentangan dengan kondisi penerima manfaat yang berpuasa. Oleh karena itu, pemerintah membedakan pola pemberian makanan antara siswa Muslim dan non-Muslim.

Menu Kering untuk Siswa Muslim

Salah satu bentuk penyesuaian utama adalah pemberian menu makanan kering bagi siswa Muslim. Menu ini dirancang agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.

"Di bulan Ramadhan kan itu tidak semua siswa beragama Islam. Bagi yang beragama Islam akan diberikan makanan kering dan nanti disantap setelah berbuka puasa," ungkap Zulhas.

Menu kering tersebut meliputi berbagai bahan pangan yang praktis namun tetap memenuhi kebutuhan gizi, seperti telur rebus, kacang-kacangan, susu kemasan, roti, dan jenis makanan bergizi lainnya. Pemerintah memastikan komposisi menu tetap mengacu pada standar gizi yang telah ditetapkan.

Menu Siap Santap untuk Siswa Non-Muslim

Sementara itu, bagi siswa non-Muslim, skema MBG tidak mengalami perubahan signifikan. Mereka tetap menerima menu makanan siap santap sebagaimana pelaksanaan program di luar bulan Ramadan.

"Yang beragama non-Muslim tetap mendapatkan menu makanan siap santap," ujar Zulkifli Hasan.

Pendekatan ini dilakukan untuk menjamin keadilan serta memastikan seluruh penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi sesuai kebutuhannya masing-masing tanpa diskriminasi.

Standar Gizi Tetap Dijaga

Pemerintah menegaskan bahwa meskipun terdapat penyesuaian bentuk dan waktu konsumsi, kualitas dan kandungan gizi makanan dalam program MBG tetap terjaga. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dibekali tenaga ahli yang bertugas menakar kebutuhan gizi secara tepat.

"Kan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu punya ahli yang menakar standar gizi untuk siswa dan penerima lainnya. Jadi, aman lah," ujar Zulhas.

Standar tersebut berlaku bagi seluruh penerima manfaat, baik siswa, ibu hamil, maupun anak di bawah dua tahun. Pemerintah memastikan tidak ada pengurangan nilai gizi meskipun bentuk penyajian mengalami penyesuaian.

Komitmen Keberlanjutan Program MBG

Keputusan untuk tetap menjalankan program MBG selama Ramadan menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan gizi nasional. Program ini dinilai strategis karena menyentuh langsung kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan nutrisi secara berkelanjutan.

Selain itu, keberlanjutan MBG juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif. Penyesuaian selama Ramadan justru dipandang sebagai bentuk fleksibilitas kebijakan agar program tetap relevan dengan kondisi sosial dan keagamaan masyarakat.

Penyaluran Tetap Diawasi

Pemerintah juga memastikan bahwa pelaksanaan MBG selama Ramadan tetap berada dalam pengawasan ketat. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk menjamin distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Dengan penyesuaian yang diterapkan, pemerintah berharap seluruh penerima manfaat tetap memperoleh haknya atas makanan bergizi tanpa hambatan, sekaligus dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan nyaman.

Program MBG selama Ramadan 2026 diharapkan menjadi contoh kebijakan adaptif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perubahan pola aktivitas, tanpa mengurangi esensi utama program, yakni pemenuhan gizi yang merata dan berkelanjutan.

Terkini