JAKARTA - Pemerintah Kota Banjarmasin secara aktif mendorong produk kerajinan khas daerah untuk bersaing di level nasional hingga mancanegara melalui ajang Indonesia International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026.
Pameran yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) ini menjadi salah satu panggung kerajinan tangan paling bergengsi di Asia Tenggara.
Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, hadir langsung memberikan dukungan kepada para pengrajin lokal yang memamerkan karya terbaik mereka pada pembukaan acara.
Fokus Strategis UMKM Banjarmasin
Partisipasi dalam INACRAFT 2026 bukan sekadar pameran biasa, melainkan langkah konkret untuk:
Perluasan Akses Pasar: Menghubungkan pelaku UMKM langsung dengan pembeli potensial dan mitra bisnis dari dalam dan luar negeri.
Penguatan Branding: Memperkenalkan identitas kerajinan khas Banjarmasin kepada publik yang lebih luas.
Adaptasi Tren: Mendorong pengrajin agar lebih adaptif terhadap dinamika kebutuhan pasar global.
Produk Unggulan yang Dipamerkan
Dua produk kerajinan yang menjadi primadona dan diunggulkan memiliki daya saing tinggi dalam ajang ini adalah:
Kain Sasirangan: Kain tradisional khas Kalimantan Selatan dengan motif dan teknik pewarnaan yang semakin modern namun tetap berakar pada budaya lokal.
Anyaman Purun: Produk ramah lingkungan yang diolah dari tanaman rawa, kini dikembangkan menjadi berbagai produk fungsional dan estetis bernilai ekonomi tinggi.
Dukungan Pemerintah Pusat
INACRAFT 2026 dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, serta dihadiri oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming Raka. Kehadiran para tokoh nasional ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem UMKM yang tangguh.