IIMS 2026 Tetap Optimistis Ramai Pembeli Meski Insentif Otomotif Belum Pasti Nasional

Jumat, 30 Januari 2026 | 09:28:29 WIB
IIMS 2026 Tetap Optimistis Ramai Pembeli Meski Insentif Otomotif Belum Pasti Nasional

JAKARTA - Menjelang pembukaan Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026, perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah pameran otomotif tahunan ini tetap mampu menarik minat pembeli di tengah belum pastinya insentif pemerintah untuk sektor otomotif. 

Di tengah dinamika kebijakan dan perubahan strategi industri, penyelenggara memastikan optimismenya bahwa IIMS 2026 tetap akan berjalan meriah dan produktif.

Keyakinan tersebut bukan tanpa dasar. Industri otomotif nasional dinilai telah memasuki fase yang lebih matang, terutama pada segmen kendaraan listrik dan teknologi baru. Dengan semakin kuatnya merek dan pilihan produk yang beragam, ketergantungan terhadap insentif perlahan mulai berkurang. IIMS 2026 pun diposisikan sebagai ajang pembuktian daya tahan pasar otomotif Indonesia.

Optimisme Penyelenggara Hadapi Ketidakpastian

President Director Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menegaskan bahwa pihaknya tetap optimistis terhadap animo pengunjung dan pembeli di IIMS 2026. Menurutnya, industri otomotif tidak bisa selamanya bergantung pada insentif pemerintah, khususnya pada kendaraan listrik yang dalam beberapa tahun terakhir mendapatkan banyak dukungan.

“Saya rasa kalau melihat kepastian insentif itu, mungkin kita tetap optimis aja ya. Karena mungkin kan harga mobil listrik sekarang nggak terlalu mahal ya. Dan brand-brand-nya juga brand-brand kuat gitu,” ujar Daswar kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa pasar telah melakukan penyesuaian. Konsumen dinilai semakin rasional dan mempertimbangkan kualitas produk, teknologi, serta reputasi merek, bukan semata-mata faktor insentif harga.

Insentif Bukan Satu-satunya Penentu Pasar

Daswar menambahkan bahwa insentif sejatinya berfungsi sebagai pendorong awal, bukan penopang utama dalam jangka panjang. Menurutnya, sejak awal industri otomotif memahami bahwa insentif hanya bersifat sementara dan akan ada masa penyesuaian ketika dukungan tersebut berakhir.

“Insentif ini kan cuma mendorong ya, dan sebenarnya nggak selamanya harus ada. In the moment, first 2–3 years akan dibantu pemerintah. Tapi saya rasa semua industri juga nggak berharap insentif itu selamanya,” jelasnya.

Ia menilai, jika insentif tidak lagi diberikan, maka pasar hanya akan melakukan penyesuaian harga. Bisnis tetap harus berjalan, dan industri dituntut untuk lebih efisien serta inovatif agar tetap kompetitif.

Target Transaksi Tetap Ambisius

IIMS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Meski dibayangi ketidakpastian insentif, target transaksi yang dipasang tetap ambisius. Penyelenggara membidik nilai transaksi minimal sebesar Rp 8 triliun selama pameran berlangsung.

“Target minimal transaksi berada di angka Rp 8 triliun, yang mencakup penjualan mobil, motor, dan industri pendukung,” kata Project Manager IIMS 2026, Rudi MF, di Jakarta, Selasa.

Target tersebut mencerminkan keyakinan bahwa daya beli masyarakat masih terjaga, terutama pada segmen menengah dan premium. Selain penjualan kendaraan, transaksi dari industri pendukung juga diharapkan memberi kontribusi signifikan.

Jumlah Peserta dan Pengunjung Terus Meningkat

Optimisme penyelenggara juga diperkuat oleh meningkatnya jumlah peserta pameran tahun ini. Rudi menyebutkan bahwa IIMS 2026 akan diikuti lebih banyak merek dibandingkan tahun sebelumnya, baik dari kendaraan roda empat, roda dua, maupun industri pendukung otomotif.

“Untuk jumlah pengunjung, kita targetkan minimal di angka 575 ribu pengunjung,” ujar Rudi. Angka ini menunjukkan ekspektasi tingginya minat masyarakat untuk datang langsung melihat perkembangan terbaru industri otomotif.

Peningkatan jumlah peserta dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Kehadiran banyak merek memberi lebih banyak pilihan dan perbandingan, yang pada akhirnya mendorong keputusan pembelian di lokasi pameran.

Deretan Merek Perkuat Daya Tarik Pameran

Dari segmen roda empat, IIMS 2026 akan dihadiri oleh berbagai merek ternama seperti Audi, BMW, BYD, Chery, Citroen, Ford, Honda, Hyundai, KIA, Mazda, Mercedes Benz, Mitsubishi, Nissan, Suzuki, Toyota, hingga Wuling dan Xpeng. Kehadiran merek-merek ini menunjukkan luasnya spektrum pasar yang dibidik.

Sementara itu, segmen roda dua juga tidak kalah ramai. Berbagai brand seperti AHM, Aprilia, Benelli, MotoGuzzi, Piaggio, Polytron, Royal Enfield, Vespa, dan Yamaha siap meramaikan pameran. Ragam pilihan ini diharapkan mampu menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan.

Dengan kombinasi merek global dan regional, IIMS 2026 diproyeksikan menjadi etalase lengkap industri otomotif Indonesia, dari kendaraan konvensional hingga elektrifikasi.

Di tengah belum pastinya insentif otomotif, IIMS 2026 tetap melangkah dengan penuh keyakinan. Penyelenggara menilai kekuatan merek, kesiapan industri, serta minat konsumen menjadi modal utama untuk menjaga pameran tetap ramai pembeli. Ajang ini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga barometer kepercayaan pasar terhadap masa depan industri otomotif nasional.

Terkini