JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa investasi negara pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Pernyataan ini disampaikan saat pidato di Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss, Kamis sore waktu setempat, di hadapan para investor global dan pemimpin dunia.
Prabowo menjelaskan bahwa perhatian pemerintah saat ini difokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan. Program-program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Sekolah Rakyat (SR), renovasi sekolah, dan distribusi papan tulis digital interaktif ke sekolah-sekolah, menjadi bukti konkret komitmen tersebut.
Menurutnya, pembangunan SDM bukan hanya program sosial, tetapi investasi strategis yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam jangka panjang. "Pengembangan SDM merupakan kunci dari bangsa yang bertumbuh dan berhasil," ujar Presiden.
Pendidikan sebagai Strategi Menghapus Kemiskinan
Presiden Prabowo menekankan pendidikan sebagai instrumen penting untuk mengatasi kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem. Ia menegaskan bahwa anak-anak yang lahir dalam kondisi miskin harus diberdayakan agar tidak terperangkap dalam lingkaran kemiskinan.
Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan pencapaian pembangunan 166 Sekolah Rakyat berasrama dan rencana membangun total 500 sekolah serupa. Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan 500 sekolah unggulan bagi siswa berbakat, dengan 20 sekolah unggulan sudah mulai dibangun.
"Pendidikan adalah fondasi negara. Tidak ada negara yang stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf dan tidak mampu beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi," tegas Presiden.
Pengembangan Perguruan Tinggi Berstandar Dunia
Selain pendidikan dasar, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan perguruan tinggi bertaraf internasional. Prabowo menyebut rencana membangun 10 kampus baru bekerja sama dengan universitas papan atas di Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat.
Langkah ini bertujuan mencetak generasi muda yang kompetitif di kancah global. Pendidikan tinggi berstandar internasional diyakini akan memperkuat inovasi, kemampuan riset, dan kemandirian ekonomi bangsa.
Dengan inisiatif ini, Indonesia diharapkan mampu menghasilkan SDM yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan teknologi dan ekonomi global.
Prabowonomics sebagai Strategi Ekonomi Indonesia
Dalam pidato di Congress Hall, Prabowo juga memaparkan strategi ekonomi pemerintah yang kerap disebut “Prabowonomics”. Strategi ini menekankan bahwa investasi pada SDM akan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari kualitas SDM. Investasi pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan anak-anak miskin menjadi elemen penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan jangka panjang.
Prabowo menyebutkan bahwa para investor global perlu memahami bahwa Indonesia tidak hanya mengembangkan infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas manusia sebagai aset utama negara.
Dukungan Global dan Posisi Indonesia di WEF
Pidato Presiden Prabowo di WEF 2026 disampaikan di hadapan pemimpin dunia seperti Presiden AS Donald J Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Kehadiran pemimpin negara lain menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif memanfaatkan forum global untuk menarik investasi sekaligus menegaskan komitmen pembangunan SDM.
Prabowo menekankan pentingnya integrasi program pembangunan SDM dengan strategi ekonomi nasional. Hal ini diyakini mampu meningkatkan kepercayaan investor global, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam berbagai sektor ekonomi.
Dampak Jangka Panjang bagi Perekonomian dan Pembangunan
Investasi dalam SDM diyakini akan berdampak positif jangka panjang. Dengan kualitas pendidikan yang lebih baik, generasi muda akan memiliki kemampuan adaptasi dan inovasi yang lebih tinggi. Hal ini memungkinkan Indonesia meningkatkan produktivitas, menumbuhkan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan.
Program-program pemerintah, mulai dari MBG, CKG, Sekolah Rakyat, hingga perguruan tinggi internasional, menjadi fondasi pembangunan SDM yang merata. Dampak sosial-ekonomi yang dihasilkan akan terasa tidak hanya bagi peserta program, tetapi juga bagi masyarakat luas dan perekonomian nasional.
Dengan strategi yang terencana dan berkelanjutan, Indonesia menegaskan bahwa pembangunan SDM bukan hanya program jangka pendek, melainkan investasi strategis bagi masa depan bangsa dan pertumbuhan ekonomi global.