JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan rencana penyelenggaraan Ocean Impact Summit (OIS) di Bali pada Juni 2026.
Pernyataan ini ia sampaikan saat memberikan sambutan di World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss, Kamis.
OIS menjadi inisiatif strategis pemerintah Indonesia untuk memperkuat kolaborasi global dalam pelindungan dan pemanfaatan laut yang berkelanjutan. Presiden berharap para pemimpin dunia dan tokoh penting dapat hadir dalam konferensi yang disponsori Indonesia itu.
"Saya berharap dapat bertemu banyak dari Anda di ruangan ini di Indonesia, karena di Bali bulan Juni ini, kita akan menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit pertama, bersama dengan Forum Ekonomi Dunia," kata Prabowo.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan WEF
Presiden menjelaskan bahwa OIS bekerja sama dengan World Economic Forum dan didukung penuh oleh pemerintah Indonesia. Konferensi ini bertujuan memfasilitasi pertukaran pengetahuan, riset, dan strategi perlindungan laut antarnegara serta pelaku industri.
Selain pemimpin negara, OIS juga melibatkan tokoh filantrop dan investor ternama, termasuk Ray Dalio. Dalio, pendiri Bridgewater Associates, memiliki kapal penelitian laut nirlaba OceanX yang mendukung riset kelautan global.
"Bersama dengan partisipasi penting dari Bapak Ray Dalio dan kapal penelitiannya, OceanX. Tetapi saya pikir Bapak Ray Dalio adalah salah satu pelopor dalam penelitian kelautan," ujar Prabowo.
Perhatian Khusus Terhadap Laut Indonesia
Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki porsi wilayah laut sekitar tiga perempat dari total wilayah negara. Kondisi geografis ini membuat pemerintah sangat peduli terhadap masa depan laut, termasuk konservasi, pemanfaatan berkelanjutan, dan pengembangan ekonomi biru.
“Indonesia, yang tiga perempat wilayahnya berupa laut, sangat peduli dengan masa depan laut kita,” kata Presiden. Upaya ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran global akan pentingnya kelestarian ekosistem laut untuk generasi mendatang.
Program OIS dirancang sebagai forum kolaboratif bagi pemerintah, akademisi, filantropis, dan sektor swasta untuk membahas strategi konservasi laut, inovasi teknologi maritim, serta investasi berkelanjutan di sektor kelautan.
Visi Indonesia di Panggung Dunia
Di atas panggung WEF, Presiden Prabowo memaparkan visi Indonesia dalam bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan. Strategi ini, yang kerap disebut "Prabowonomics," menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan sumber daya alam, termasuk laut.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi mitra sejajar bagi negara-negara maju di forum internasional. Kegiatan seperti OIS memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang menawarkan peluang kolaborasi nyata dalam perlindungan laut dan inovasi ekonomi biru.
Selain OIS, Presiden juga menekankan berbagai program prioritas pemerintah, termasuk digitalisasi pendidikan, pembangunan infrastruktur, dan investasi dalam sumber daya manusia, yang semua ini saling terkait untuk meningkatkan kualitas SDM dan ekonomi nasional.
Partisipasi Tokoh Dunia dan Investasi Laut
Konferensi OIS akan dihadiri oleh pemimpin dunia dan tokoh internasional dari berbagai sektor. Kehadiran tokoh seperti Ray Dalio menunjukkan pentingnya investasi dan kolaborasi filantropi dalam menjaga ekosistem laut.
Presiden Prabowo berharap hasil OIS dapat menjadi panduan strategis bagi negara-negara peserta dalam menyusun kebijakan kelautan yang efektif. Forum ini diharapkan menstimulasi inovasi teknologi, penelitian maritim, dan pengembangan industri laut berkelanjutan.
Kontribusi Indonesia pada Kolaborasi Global
Dengan penyelenggaraan OIS, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam isu global terkait laut. Forum ini diharapkan memperkuat kerjasama internasional, sekaligus membuka peluang ekonomi biru yang inovatif bagi sektor publik dan swasta.
Presiden menegaskan bahwa Indonesia ingin memimpin contoh pengelolaan laut yang harmonis antara konservasi, ekonomi, dan sosial. Melalui kolaborasi global, negara-negara peserta diharapkan bersama-sama mengatasi tantangan krisis lingkungan laut yang semakin kompleks.