Breaking

Prospek Saham HEAL Masih Konsolidasi, Investor Disarankan Wait and See

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 10 September 2026
Prospek Saham HEAL Masih Konsolidasi, Investor Disarankan Wait and See
Ilustrasi PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi kinerja seiring tekanan beban ekspansi terhadap profitabilitas perseroan. (sumber foto: NET)

JAKARTA - PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi kinerja seiring tekanan beban ekspansi terhadap profitabilitas perseroan.

Di tengah ekspansi jaringan rumah sakit dan pengembangan layanan yang terus berlangsung, investor disarankan mengambil sikap wait and see sambil menanti konfirmasi pemulihan laba bersih perusahaan.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan mencatat, pendapatan HEAL pada paruh pertama tahun ini masih tumbuh 6,5% secara tahunan menjadi Rp 3,61 triliun.

Namun, laba bersih emiten pengelola Rumah Sakit Hermina tersebut justru turun sekitar 14% year on year (yoy) menjadi Rp 193 miliar.

Tekanan terhadap profitabilitas tersebut sebenarnya telah terlihat sejak kuartal I 2026, saat laba bersih perseroan turun hingga 18,8% YoY.

Ekky menilai, pertumbuhan pendapatan perseroan saat ini belum mampu dikonversikan secara maksimal menjadi peningkatan laba bersih.

"Dalam jangka pendek justru ada tambahan fixed cost, tenaga medis, dan depresiasi, sehingga perbaikan margin sangat bergantung pada seberapa cepat kenaikan volume pasien dan revenue per patient mampu mengimbangi biaya tersebut," kata Ekky kepada Kontan, Kamis (10/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ekky menilai ekspansi kapasitas rumah sakit di Lampung, Bogor, dan Arcamanik, serta pengembangan Centers of Excellence masih menjadi katalis positif untuk jangka menengah.

Meski demikian, dampak ekspansi tersebut terhadap profitabilitas tidak dapat dirasakan secara langsung karena fasilitas baru membutuhkan waktu untuk mencapai tingkat utilisasi yang optimal.

Sementara itu, manajemen HEAL masih mempertahankan panduan pertumbuhan pendapatan pada level dua digit hingga akhir tahun fiskal 2026.

Dari sisi pergerakan harga saham, HEAL berada di kisaran Rp 670–Rp 680 per saham dan masih bergerak dalam tren melemah (bearish).

Dalam satu bulan terakhir, saham emiten rumah sakit tersebut bahkan sempat mencapai level terendah di Rp 630 per saham.

Melihat kondisi tersebut, Ekky menyarankan investor tidak terburu-buru melakukan aksi beli di harga bawah (bottom fishing) sebelum terbentuk pola pembalikan arah yang lebih pasti.

"Jadi untuk saat ini saya belum memberikan target harga agresif; fokus utamanya adalah menunggu stabilisasi harga dan konfirmasi pemulihan laba," jelas Ekky, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dengan mempertimbangkan prospek dan kinerja tersebut, Ekky merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham HEAL secara bertahap di area psikologis Rp 500–Rp 600 per saham, dengan tetap menunggu konfirmasi pembalikan arah pergerakan harga.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua