PSAB Siapkan Dividen Interim Rp 793,8 Miliar, Simak Kinerjanya
JAKARTA - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) merupakan emiten yang bergerak di sektor pertambangan emas dan sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode PSAB.
Kabar terbaru dari PSAB berkaitan dengan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Perseroan akan membagikan dividen interim sebesar Rp793,8 miliar atau setara Rp30 per saham kepada pemegang saham.
Keputusan pembagian dividen tersebut telah ditetapkan Direksi dan mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris pada 3 September 2026.
- Cum Dividen Pasar Reguler & Negosiasi — 15 September 2026
- Ex Dividen Pasar Reguler & Negosiasi — 16 September 2026
- Cum Dividen Pasar Tunai — 17 September 2026
- Recording Date — 17 September 2026
- Ex Dividen Pasar Tunai — 18 September 2026
- Pembayaran Dividen — 29 September 2026
Sementara itu, saham PSAB tercatat menguat 3,57% ke level Rp580 per saham pada sesi I perdagangan Selasa (8/9/2026).
PSAB merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang pertambangan emas. Aktivitas utamanya meliputi eksplorasi, pengembangan, penambangan, hingga pengolahan bijih emas.
Perseroan menjalankan kegiatan operasional melalui sejumlah anak perusahaan dan aset tambang yang berada di Indonesia serta Malaysia.
Saat ini, aset tambang PSAB yang masih berproduksi meliputi Tambang Bakan di Sulawesi Utara dan Tambang Penjom di Pahang, Malaysia. Sementara Tambang Lanut Utara dan Tambang Seruyung telah memasuki tahap pascatambang.
Tambang Bakan dikelola melalui PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) dan menjadi salah satu aset penting PSAB di Indonesia. Operasional tambang ini menggunakan metode tambang terbuka dengan pengolahan bijih emas melalui proses heap leach.
Adapun Tambang Penjom di Malaysia menggunakan metode resin in leach. Dengan karakteristik bisnis tersebut, kinerja PSAB dipengaruhi oleh tingkat produksi emas, harga emas, biaya produksi, serta keberhasilan perseroan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan cadangan tambang.
Susunan manajemen PSAB terdiri dari:
- Edi Permadi — Direktur Utama — Terafiliasi: Ya
- Sanjaya J — Direktur — Terafiliasi: Ya
- Adi Maryono — Direktur — Terafiliasi: Ya
- Jimmy Budiarto — Komisaris Utama — Independen: Tidak
- Christian Wijayanto AJ — Komisaris — Independen: Tidak
- Arief Budi Prasetyanto — Komisaris — Independen: Ya
Dari sisi kinerja keuangan, berdasarkan data BEI, PSAB membukukan pendapatan sebesar Rp2,88 triliun pada kuartal II 2026.
Beban pokok pendapatan tercatat Rp339,15 miliar sehingga perseroan menghasilkan laba bruto sebesar Rp2,54 triliun.
Setelah memperhitungkan beban umum, depresiasi, dan bunga sebesar Rp831,07 miliar, laba operasional PSAB tercatat mencapai Rp1,71 triliun.
Perseroan juga mencatat pendapatan lain-lain sebesar Rp1,70 triliun. Dengan demikian, laba sebelum pajak (EBT) mencapai Rp3,41 triliun.
Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp65,96 miliar, PSAB membukukan laba bersih sebesar Rp3,18 triliun pada kuartal II 2026.