Prospek Batubara Tetap Kuat, Harga Naik 6,9 Persen Sepekan Terakhir
JAKARTA – Harga batubara menguat dalam sepekan terakhir seiring masih kuatnya permintaan dari kawasan Asia. Kondisi stok batubara pada pembangkit listrik di India yang menipis menjadi salah satu faktor penopang harga.
Berdasarkan data Trading Economics pada Jumat (28/8) pukul 15.12 WIB, harga batubara berada di level US$ 139,50 per ton, naik 6,29% dalam sehari. Dalam jangka waktu sepekan, harga batubara telah menguat 6,90%, sedangkan secara bulanan meningkat 7,10%.
Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures, Brahmantya Himawan menyampaikan bahwa kondisi permintaan di kawasan Asia masih menjadi salah satu penentu prospek batubara.
"Saya melihat masih ada support dari Asia, terutama China dan India," kata Brahmantya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Menurut pengamatannya, India menjadi salah satu pasar yang berpotensi memberikan dukungan lebih besar bagi pergerakan harga. Saat ini, sebanyak 45 pembangkit listrik tenaga batubara di India berada dalam kondisi stok kritis, naik dari 31 pembangkit pada akhir Juli.
"Stok batubara pembangkit turun sekitar 19% sejak Juli menjadi hanya sekitar 10 hari kebutuhan. Kondisi ini dapat meningkatkan kebutuhan pasokan dan memberikan support terhadap harga," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kondisi penipisan stok tersebut berpotensi mendorong peningkatan kebutuhan pasokan batubara di India. Jika permintaan mengalami kenaikan, harga batubara masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi.
Brahmantya memproyeksikan harga batubara bergerak di kisaran US$ 130-US$ 155 per ton hingga akhir tahun 2026. Dengan harga saat ini di sekitar US$ 139,50 per ton, area US$ 150 per ton masih berpeluang terbuka apabila permintaan India meningkat dan gangguan pasokan berlanjut.
Kendati demikian, pergerakan harga batubara diperkirakan berlangsung lebih moderat jika dibandingkan dengan minyak. Brahmantya sebelumnya menilai batubara cenderung lebih stabil lantaran pergerakannya tidak sevolatil minyak.
Untuk sisa tahun ini, dinamika permintaan dari India menjadi salah satu faktor kunci yang perlu dicermati dalam menentukan arah harga batubara.