Breaking

Ramalan Tren Harga Emas Diprediksi Menurun dalam Jangka Pendek

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 28 Juli 2026
Ramalan Tren Harga Emas Diprediksi Menurun dalam Jangka Pendek
Ilustrasi emas (foto : NET)

JAKARTA – Pergerakan harga emas diprediksi mengalami penurunan dalam jangka pendek, tetapi berpeluang kembali menguat dalam jangka panjang. Tren ini dipengaruhi oleh dinamika mata uang dolar, kondisi geopolitik, hingga tingkat permintaan terhadap aset safe haven.

Fluktuasi harga yang terjadi baru-baru ini membuat sebagian calon investor ragu untuk melakukan pembelian. Banyak pihak mempertanyakan apakah tren penurunan harga ini akan terus berlanjut seiring berjalannya waktu.

Penurunan harga yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir mengindikasikan bahwa fase kenaikan sebelumnya telah berkurang. Meski demikian, kondisi ini tidak bisa langsung dijadikan sebagai tolok ukur utama.

Emas dikenal sebagai instrumen investasi yang mampu menjaga nilainya dengan baik. Aset ini diyakini dapat kembali menunjukkan tren kenaikan dalam jangka panjang meskipun harus melewati fase penyesuaian harga secara berkala.

Kenaikan harga secara bertahap diperkirakan akan terjadi sesuai dengan proyeksi dari beberapa lembaga keuangan internasional. Deutsche Bank memperkirakan rata-rata harga emas pada 2026 dapat mencapai US$3.700 per ons, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya.

Goldman Sachs memproyeksikan harga emas berpotensi mendekati US$4.000 per ons pada pertengahan 2026. Prospek tersebut didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga, peningkatannya permintaan aset safe haven, ketegangan perdagangan global, serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dunia.

Di sisi lain, Bank of America memperkirakan adanya peningkatan harga emas menjadi sekitar US$3.350 per ons pada 2026. Sementara itu, J.P. Morgan memprediksi harga emas dapat mencapai US$4.000 per ons pada 2026.

Ketidakpastian ekonomi dan politik global dinilai masih berpotensi mendorong inflasi sehingga permintaan emas sebagai aset lindung nilai diperkirakan tetap tinggi. Dari berbagai proyeksi tersebut, emas dinilai masih menjadi instrumen investasi pilihan yang aman untuk jangka pan

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua