Senin, 20 April 2026

10 Universitas Terbaik di China Versi QS Rankings 2026

10 Universitas Terbaik di China Versi QS Rankings 2026
universitas terbaik di china

Jakarta - universitas terbaik di china menjadi topik penting bagi siapa saja yang berencana melanjutkan studi di Negeri Tirai Bambu, karena negara ini dikenal memiliki sistem pendidikan tinggi yang terus berkembang dengan pesat.

China sendiri memiliki banyak perguruan tinggi unggulan dengan standar akademik yang tinggi dan kualitas pengajaran yang diakui secara global. 

Bahkan, sejumlah kampus telah menjalin kerja sama akademik dengan universitas ternama dari berbagai negara seperti Inggris dan Australia, sehingga membuka peluang pertukaran pelajar dan kolaborasi riset internasional.

Baca Juga

15 Rekomendasi Hotel di Makassar dengan Fasilitas Lengkap

Tidak sedikit mahasiswa asal Indonesia yang memilih melanjutkan studi ke China. Selain reputasi pendidikannya yang sudah mendunia, biaya pendidikan di sana juga relatif lebih terjangkau dibandingkan negara lain dengan kualitas setara.

Berdasarkan berbagai pemeringkatan internasional seperti QS Rankings, terdapat sejumlah kampus yang masuk dalam daftar unggulan universitas terbaik di china dan menjadi pilihan favorit pelajar dari berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Universitas Terbaik di China

Daftar ini memuat sejumlah perguruan tinggi unggulan di Tiongkok pada tahun 2026 yang dirangkum dari pemeringkatan internasional seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education. 

Rujukan tersebut sering digunakan sebagai acuan dalam menilai kualitas pendidikan tinggi, termasuk untuk kategori universitas terbaik di china.

1. Peking University 

Posisi teratas dalam daftar universitas unggulan di Tiongkok kembali ditempati oleh Peking University, sama seperti tahun sebelumnya. 

Kampus ini berhasil meraih peringkat 14 dunia versi QS World University Rankings 2026 dan berada di posisi 13 dunia menurut Times Higher Education 2025. 

Didirikan pada tahun 1898, universitas ini merupakan institusi pendidikan tinggi nasional pertama di China dan kini menyandang status Double First-Class yang menargetkan pengembangan menjadi kampus berkelas dunia pada tahun 2050.

Universitas ini juga termasuk dalam program strategis pemerintah seperti Double First-Class serta inisiatif 985 dan 211, yang mendapatkan dukungan pendanaan besar dari negara. 

Saat ini, Peking University memiliki ratusan program studi, yakni 128 program sarjana, 285 program magister, dan 262 program doktor yang tersebar di 49 fakultas.

Fasilitas yang dimiliki sangat lengkap dan modern, mulai dari kompleks olahraga Khoo Teck Puat, sembilan laboratorium nasional, hingga Institute of Advanced Agricultural Sciences yang dilengkapi teknologi seperti cryo-electron microscope serta rumah kaca seluas 5.000 meter persegi. 

Penelitian kampus ini juga berkembang pesat, mencakup teknologi wearable biomechanical sensors hingga studi multi-omics cholangiocarcinoma yang diakui secara internasional.

Jumlah mahasiswa di kampus ini mencapai 34.981 orang, termasuk 5.115 mahasiswa internasional dari 116 negara, serta didukung lebih dari 500 organisasi mahasiswa aktif. 

Dalam bidang riset, PKU menjadi salah satu pemimpin di Asia dengan tingkat kolaborasi internasional mencapai 28,9% dari lebih dari 2.000 institusi mitra.

Untuk biaya pendidikan, mahasiswa sarjana perlu menyiapkan sekitar ¥26.000–45.000 per tahun (sekitar Rp56–97 juta). 

Untuk jenjang magister berkisar ¥29.000–94.000 (Rp62–202 juta), sedangkan program doktor berada di kisaran ¥32.000–62.000 (Rp69–133 juta).

2. Tsinghua University 

Tsinghua University menjadi salah satu kampus yang sangat direkomendasikan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di China. 

Universitas ini menempati posisi kedua nasional, sekaligus berada di peringkat 17 dunia versi QS 2026 dan posisi 12 dunia menurut Times Higher Education 2025.

Berdiri sejak 1911, awalnya institusi ini berfungsi sebagai sekolah persiapan studi ke Amerika Serikat, namun kini berkembang menjadi universitas riset komprehensif yang mencakup berbagai disiplin seperti sains, teknik, humaniora, hingga kedokteran. 

Tsinghua juga termasuk dalam C9 League, serta program 211, 985, dan Double First-Class yang menunjukkan status elitnya.

Secara kelembagaan, universitas ini berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan China dan memiliki pengakuan internasional dari berbagai organisasi akademik global. 

Tsinghua menawarkan 65 program sarjana, 271 program magister, dan 252 program doktor di berbagai bidang ilmu.

Biaya kuliah berkisar antara CNY 30.000–40.000 per tahun untuk sarjana, CNY 33.000–45.000 untuk magister, dan CNY 40.000–50.000 untuk doktor, belum termasuk biaya akomodasi sekitar CNY 12.000–15.000 per tahun. 

Kampus ini memiliki area seluas 392 hektar dengan fasilitas lengkap seperti laboratorium canggih, perpustakaan besar, pusat olahraga, asrama internasional, hingga rumah sakit pendidikan.

Pendanaan risetnya mencapai lebih dari RMB 20 miliar per tahun dengan lebih dari 400 lembaga penelitian aktif yang fokus pada AI, energi terbarukan, bioteknologi, dan nanoteknologi, menjadikannya salah satu pusat pendidikan terbaik dunia.

3. Fudan University 

Fudan University di Shanghai menempati posisi ketiga di China dan berhasil berada di peringkat 30 dunia versi QS 2026, naik dari tahun sebelumnya. 

Dalam pemeringkatan Asia oleh Times Higher Education 2025, universitas ini berada di posisi 7.

Didirikan pada tahun 1905 dengan nama awal Fudan Public School, nama Fudan bermakna “cahaya yang terus bersinar setiap hari”, menggambarkan semangat belajar yang berkelanjutan. 

Universitas ini juga tergabung dalam C9 League serta program nasional 211, 985, dan Double First-Class.

Fakultas bisnisnya telah mendapatkan akreditasi internasional AACSB dan EQUIS, sementara program kedokterannya diakui secara global. 

Tersedia 32 sekolah dengan 74 program sarjana, 224 program magister, dan 154 program doktor.

Biaya pendidikan bagi mahasiswa internasional berkisar RMB 23.000–80.000 per tahun untuk sarjana, RMB 26.000–229.000 untuk magister, dan RMB 30.000–150.000 untuk doktor. 

Fasilitas kampus mencakup perpustakaan modern, laboratorium riset, serta asrama di dua kampus utama.

Dalam bidang penelitian, Fudan meraih berbagai penghargaan nasional termasuk Science and Technology Awards, serta berhasil menemukan target terapi baru untuk Parkinson yang dipublikasikan di jurnal internasional ternama.

4. Shanghai Jiao Tong University 

Shanghai Jiao Tong University (SJTU) berada di posisi keempat di China, serta menempati peringkat 47 dunia versi QS 2026 dan 52 dunia menurut Times Higher Education 2025.

Universitas ini berdiri pada 1896 dan resmi menggunakan nama saat ini sejak 1959. Kampusnya tersebar di beberapa lokasi di Shanghai dengan total luas lebih dari 300 hektar. SJTU juga termasuk dalam program 211, 985, serta Double First-Class.

Tersedia 34 fakultas dengan 75 program sarjana serta lebih dari 100 program pascasarjana di berbagai bidang. 

Biaya kuliah berkisar CNY 24.800–120.000 per tahun untuk sarjana, CNY 28.900–120.000 untuk magister, dan sekitar CNY 45.500 untuk doktor.

Fasilitasnya mencakup puluhan lembaga riset, rumah sakit afiliasi, perpustakaan digital, serta kampus ramah lingkungan dengan konsep zero carbon. 

Penelitian yang dikembangkan meliputi teknologi AI, kesehatan, hingga sistem pendidikan berbasis data.

5. Zhejiang University 

Zhejiang University menempati posisi kelima di China dan peringkat 49 dunia versi QS. Dalam Times Higher Education 2025, kampus ini berada di posisi 47 dunia.

Berdiri sejak 1897 sebagai Qiushi Academy, universitas ini resmi menjadi Zhejiang University pada 1928. Moto kampusnya adalah “Seeking Truth and Pioneering New Trails”.

ZJU termasuk dalam kelompok universitas elit seperti C9 League, Project 211, Project 985, dan Double First-Class. Tersedia 133 program sarjana, lebih dari 300 program magister, serta lebih dari 200 program doktor.

Fasilitas kampusnya sangat luas dengan beberapa kampus besar, perpustakaan berisi jutaan koleksi, laboratorium riset modern, serta rumah sakit pendidikan. 

Penelitian yang dilakukan mencakup teknologi medis, energi bersih, hingga eksplorasi ruang angkasa.

Biaya pendidikan berkisar RMB 19.800–200.000 untuk sarjana, RMB 22.800–211.200 untuk magister, dan RMB 29.800–47.800 untuk doktor, dengan biaya akomodasi yang relatif terjangkau.

6. Nanjing University 

Nanjing University berada di peringkat 6 China dan 103 dunia versi QS 2026. Dalam Times Higher Education 2025, universitas ini menempati posisi 7 nasional dan 65 global.

Didirikan pada 1902 dan resmi menjadi Nanjing University pada 1950, kampus ini termasuk dalam C9 League serta program 211, 985, dan Double First-Class.

Universitas ini menawarkan 74 program sarjana, 186 program magister, dan 122 program doktor dengan 17 fakultas utama serta berbagai pusat riset lanjutan.

Biaya kuliah mahasiswa internasional berkisar RMB 21.000–24.000 untuk sarjana, RMB 25.000–45.000 untuk magister, dan RMB 30.000–54.000 untuk doktor. Biaya hidup bulanan juga relatif terjangkau.

Fasilitasnya meliputi empat kampus besar, perpustakaan modern, laboratorium riset, serta kerja sama dengan berbagai universitas dunia. 

NJU juga dikenal aktif dalam penelitian global dengan ribuan publikasi ilmiah di berbagai bidang seperti fisika, kimia, hingga kesehatan.

7. University of Science & Technology of China 

University of Science & Technology of China (USTC) menempati posisi #132 pada QS World University Rankings 2026 dan peringkat #53 dalam Times Higher Education World University Rankings 2025. 

Kampus ini didirikan pada tahun 1958 oleh Chinese Academy of Sciences, kemudian dipindahkan ke Hefei pada tahun 1970 dan dikenal sebagai salah satu pusat lahirnya ilmuwan unggulan di China.

Universitas ini masuk dalam berbagai program strategis nasional seperti Double First Class, Project 985, Project 211, serta tergabung dalam C9 League yang berisi sembilan universitas elite di China. 

Dari sisi kolaborasi internasional, USTC memiliki kerja sama dengan berbagai institusi bergengsi seperti CERN, MIT, dan Stanford, serta menjadi anggota APRU dan AEARU.

USTC menawarkan ratusan program akademik yang tersebar di 32 sekolah, mencakup bidang fisika, teknologi informasi, ilmu kehidupan, teknik, hingga humaniora. 

Struktur akademiknya dirancang untuk mendukung riset tingkat lanjut di berbagai disiplin ilmu.

Untuk biaya kuliah mahasiswa internasional, kisarannya sekitar RMB 35.000 per tahun atau setara Rp80–85 juta. 

Fasilitas risetnya sangat maju, termasuk National Synchrotron Radiation Laboratory, Hefei National Laboratory for Physical Sciences at the Microscale, serta Experimental Advanced Superconducting Tokamak.

Fokus penelitian kampus ini berada pada bidang kuantum, nanoteknologi, dan sistem superkonduktor. 

Salah satu pencapaian pentingnya adalah terobosan dalam komunikasi kuantum berbasis satelit yang memperkuat reputasi USTC sebagai pemimpin riset global di bidang tersebut.

8. Tongji University 

Tongji University berada di peringkat #177 dunia versi QS World University Rankings 2026 dan #154 dalam Times Higher Education 2025. 

Universitas ini didirikan pada tahun 1907 di Shanghai dengan nama awal German Medical School for Chinese, dan kemudian resmi menjadi universitas pada tahun 1923. 

Nama “Tongji” sendiri berasal dari istilah dalam bahasa Shanghai yang merujuk pada kata “Deutsch”.

Saat ini Tongji termasuk dalam program nasional Double First Class, Project 985, dan Project 211. 

Kampus ini memiliki reputasi kuat di bidang teknik dan riset dengan berbagai laboratorium utama nasional serta pusat penelitian berskala besar, termasuk kolaborasi dengan akademisi dan industri internasional.

Universitas ini menawarkan lebih dari 80 program sarjana, 150 program magister, dan puluhan program doktoral di berbagai disiplin ilmu seperti teknik sipil, arsitektur, kedokteran, desain, hingga seni.

Biaya kuliah untuk mahasiswa internasional berada di kisaran CNY 20.000–45.000 per tahun untuk sarjana, CNY 22.960–154.000 untuk pascasarjana, dan CNY 41.000–50.000 untuk doktoral. 

Fasilitas kampusnya mencakup laboratorium modern, perpustakaan besar dengan jutaan koleksi, pusat inovasi, serta fasilitas prototyping seperti printer 3D.

Penelitian terbaru Tongji mencakup pengembangan material beton ramah lingkungan untuk pengendalian banjir serta teknologi kereta maglev hasil kerja sama internasional dengan efisiensi energi yang lebih tinggi.

9. Wuhan University 

Wuhan University menempati posisi #186 dunia versi QS World University Rankings 2026 dan #134 menurut Times Higher Education 2025. 

Kampus ini memiliki sejarah panjang sejak 1893 sebagai Ziqiang Institute, kemudian resmi menjadi universitas nasional pada tahun 1928.

Universitas ini termasuk dalam Double First Class serta program 985 dan 211, menjadikannya salah satu institusi pendidikan tinggi paling bergengsi di China. 

Jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 50.000 orang, termasuk ribuan mahasiswa internasional dari berbagai negara.

Wuhan University menawarkan ratusan program akademik di berbagai jenjang, mulai dari sarjana hingga doktoral. Biaya kuliah internasional berkisar antara USD 2.800–7.600 per tahun tergantung jurusan yang dipilih.

Fasilitasnya sangat lengkap, termasuk perpustakaan besar dengan jutaan koleksi, laboratorium riset unggulan di bidang remote sensing, serta asrama internasional. 

Kampus ini juga dikenal dengan lingkungan yang indah, seperti danau dan area bunga sakura yang menjadi daya tarik tersendiri.

Penelitian di WHU banyak dipublikasikan di jurnal internasional bergengsi, mencakup bidang nanoteknologi, ilmu material, hingga fisika modern, serta memiliki kerja sama dengan ratusan universitas di berbagai negara.

10. Beijing Normal University 

Beijing Normal University (BNU) berada di peringkat #247 dunia dan menempati posisi 10 di China versi QS World University Rankings 2026. Dalam pemeringkatan Times Higher Education, universitas ini berada di posisi #146 dunia.

Didirikan pada tahun 1902, BNU awalnya merupakan bagian dari Universitas Kekaisaran Peking dan dikenal sebagai universitas pendidikan pertama di China yang fokus pada pelatihan tenaga pendidik.

BNU termasuk dalam program nasional Double First Class, Project 985, dan Project 211, serta berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan China dengan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dan daerah Beijing.

Universitas ini memiliki 23 fakultas dengan lebih dari 50 program sarjana, 150 program magister, dan lebih dari 100 program doktoral. 

Biaya kuliah untuk mahasiswa internasional berkisar antara 24.000–27.700 RMB untuk sarjana, 25.300–32.500 RMB untuk magister, dan 32.300–41.400 RMB untuk doktoral.

Fasilitas kampus mencakup perpustakaan dengan jutaan koleksi buku, laboratorium riset modern, serta beberapa kampus di berbagai lokasi termasuk Zhuhai. 

Fokus penelitiannya mencakup neuroscience, pendidikan, dan ekologi, serta memiliki kolaborasi akademik dengan berbagai universitas internasional ternama.

Sebagai penutup, itulah beberapa gambaran kampus unggulan yang termasuk dalam daftar universitas terbaik di china dengan reputasi dan kualitas pendidikan global.

Enday Prasetyo

Enday Prasetyo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Rekomendasi Kolam Renang Cianjur dan Tips Liburan Keluarga

Rekomendasi Kolam Renang Cianjur dan Tips Liburan Keluarga

9 Rekomendasi Hotel Murah di Jogja Dekat Malioboro Ada Kolam Renang

9 Rekomendasi Hotel Murah di Jogja Dekat Malioboro Ada Kolam Renang

10 Rekomendasi Hotel di Batam Terbaik untuk Penginapan yang Sempurna

10 Rekomendasi Hotel di Batam Terbaik untuk Penginapan yang Sempurna

Rekomendasi Tempat Camping di Bogor yang Lagi Hits dengan View Gunung

Rekomendasi Tempat Camping di Bogor yang Lagi Hits dengan View Gunung

7 Tempat Camping di Banyuwangi dengan View yang Menawan

7 Tempat Camping di Banyuwangi dengan View yang Menawan