Harga Emas Stabil di Atas 4.000 Dolar AS per Troi Ons

Ilustrasi Emas (foto : NET)
Penulis: Akbar
Selasa, 28 Juli 2026 | 22:55:24 WIB

JAKARTA – Harga emas terpantau tetap menguat usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa Washington dan Iran sedang melangsungkan negosiasi untuk mengakhiri konflik.

Langkah diplomasi tersebut sukses mengurangi kepanikan pelaku pasar atas potensi memanasnya peperangan yang sebelumnya memicu tekanan inflasi serta mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga.

Di pasar spot Singapura pada Selasa pagi, harga emas diperdagangkan pada kisaran US$4.065 per troi ons setelah mengalami kenaikan 0,6% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Trump mengungkapkan terdapat "peluang yang baik" untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran, kendati ia menuturkan konflik berisiko kembali memuncak jika perundingan tersebut tidak membuahkan hasil sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kondisi geopolitik yang mereda ini pada akhirnya ikut menekan harga minyak dunia.

Pihak Washington memilih untuk menunda aksi serangan ke Iran selama tiga hari berturut-turut, sementara Teheran juga menghentikan gempuran ke kawasan Teluk Persia.

Pada saat bersamaan, Iran dan Oman konsisten berunding demi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang normalnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Sejak akhir Juni, pergerakan harga emas terus konsisten berada di kisaran US$4.000 per ons.

Aksi beli saat harga terkoreksi (buy on dip) berhasil menjaga logam mulia ini tetap bertahan di atas level psikologis tersebut selama beberapa pekan terakhir.

Dukungan tambahan hadir dari dana investasi berbasis emas (ETF) yang mencatatkan akumulasi kepemilikan selama lima hari beruntun, menjadi tren kenaikan terpanjang sejak Mei.

Walau begitu, jika dibandingkan dengan posisi awal pecahnya perang lima bulan lalu, harga emas secara keseluruhan masih terhitung merosot lebih dari 20%.

Para pelaku pasar saat ini memfokuskan perhatian pada pengumuman kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve yang akan dirilis pekan ini.

Bank sentral AS tersebut tengah menghadapi dilema antara penurunan inflasi konsumen bulan Juni yang lebih rendah dari perkiraan dan lonjakan harga energi akibat gejolak di Timur Tengah.

Pasar swap suku bunga memperhitungkan probabilitas sekitar 40% bahwa The Fed akan mengerek suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu. Citadel Securities memproyeksikan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga guna menjaga kredibilitas Ketua The Fed Kevin Warsh dalam mengendalikan laju inflasi.

Pada pukul 08.15 waktu Singapura, harga emas spot terkoreksi tipis 0,3% ke level US$4.065,32 per troi ons.

Harga perak turut melemah 0,3% menjadi US$58,19 per troi ons, yang diikuti oleh penurunan harga pada komoditas platinum dan paladium.

Reporter: Akbar