Harga Tembaga Naik 0,32 Persen, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Ilustrasi Harga tembaga menguat 0,32 persen di London Metal Exchange pada 27 Juli 2026. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Senin, 27 Juli 2026 | 22:15:56 WIB

JAKARTA - Harga tembaga menguat pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026, setelah harga minyak dunia merosot menyusul jeda konflik Amerika Serikat dan Iran. Penurunan harga energi meredakan kekhawatiran inflasi yang sebelumnya membebani prospek pertumbuhan ekonomi global.

Mengutip Reuters, harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,32 persen menjadi US$13.688,5 per metrik ton pada pukul 07.00 GMT. Sementara kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) menguat 0,31 persen menjadi 105.050 yuan atau sekitar US$15.523,64 per ton.

Sentimen positif muncul setelah AS menghentikan sementara serangan udara ke Iran usai 13 malam berturut-turut melakukan pemboman. Di sisi lain, Teheran juga menyatakan akan menghentikan serangannya. Meredanya ketegangan geopolitik membuat harga minyak Brent turun lebih dari 6 persen pada Senin, setelah sebelumnya sempat menembus US$100 per barel.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berlangsung Rabu, 29 Juli 2026. Berdasarkan CME FedWatch Tool, terdapat 63,7 persen peluang The Fed mempertahankan suku bunga acuannya.

Harga emas ikut menguat, sementara indeks dolar AS melemah. Pelemahan dolar membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut, termasuk tembaga, lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain sehingga berpotensi meningkatkan permintaan.

Harga tembaga juga ditopang oleh menurunnya persediaan di luar Amerika Serikat. Di China, persediaan tembaga di gudang SHFE turun 12,9 persen dalam sepekan menjadi 69.610 ton, level terendah sejak Februari 2024. Stok tembaga di gudang LME juga berada di level terendah sejak Maret.

Adapun pergerakan logam dasar lainnya di LME menunjukkan harga aluminium turun 0,03 persen, seng naik 0,6 persen, timbal menguat 0,11 persen, nikel melemah 0,31 persen, dan timah naik 1,16 persen. Di SHFE, harga aluminium turun 0,11 persen, seng naik 0,46 persen, timbal melemah 0,79 persen, nikel naik tipis 0,09 persen, sedangkan timah mencatat kenaikan terbesar 2,17 persen.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi umum mengenai harga tembaga dan komoditas global, bukan ajakan investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Reporter: Ibtihal