Harga Emas Dunia Naik 1,48 Persen Sepekan Menjadi US$ 4.140 per Ons
JAKARTA – Harga emas dunia kembali mencatatkan kenaikan tipis. Mengutip Trading Economics pada Rabu (22/7/2026) pukul 10.23 WIB, harga emas dunia berada di level US$ 4.140 per ons troi, menguat 1,48% dalam kurun waktu sepekan.
Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwi Assegaf menyampaikan bahwa Presiden AS, Donald Trump menepis ekspektasi terkait negosiasi dengan Iran dalam waktu dekat, bahkan mengindikasikan potensi serangan susulan yang ikut mendongkrak harga minyak. Di samping itu, kelompok Houthi yang disokong Iran di Yaman mengacaukan rute pelayaran di Laut Merah, sedangkan runtutan serangan pada terminal Caspian Pipeline Consortium di area pantai Laut Hitam milik Rusia makin memperbesar kecemasan atas pasokan global.
“Kenaikan harga emas ini didorong oleh kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian di Timur Tengah serta lonjakan harga minyak yang berpotensi mendorong inflasi dan mempengaruhi arah suku bunga,” ujar Alwi dalam risetnya pada Rabu (22/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Meninjau indikator ekonomi, laporan ADP mencatat bahwa perusahaan swasta di Amerika Serikat cuma menambah rata-rata 16.500 lapangan kerja per minggu dalam empat minggu sampai 4 Juli, berkurang dari rata-rata 19.250 pada rentang empat minggu sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya penurunan laju perekrutan tenaga kerja selama empat periode secara beruntun.
“Pasar secara luas memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan, dengan pelaku pasar memperhitungkan peluang lebih dari 55% adanya perubahan kebijakan suku bunga pada bulan September mendatang,” terang Alwi sebagaimana dilansir dari berita sumber.