JAKARTA – Harga emas menguat pada perdagangan Rabu (22/7/2026) pagi. Pada pukul 07.43 WIB, harga emas pengiriman Agustus 2026 di Commodity Exchange berada di level US$ 4.097,60 per ons troi, naik 0,52% dari posisi hari sebelumnya sebesar US$ 4.076,40 per ons troi.
Kenaikan harga emas terjadi lantaran para pelaku pasar mengamati potensi gangguan pada jalur pasokan energi yang berisiko memicu inflasi. Hal ini sekaligus memberikan dorongan kepada Federal Reserve untuk meningkatkan suku bunga.
Presiden AS Donald Trump meremehkan prospek pembicaraan dengan Iran. Di saat yang sama, kelompok Houthi di Yaman memberikan ancaman terhadap lalu lintas pelayaran di Laut Merah.
Para pedagang emas mempertimbangkan lonjakan harga energi di tengah rilis data ekonomi AS yang meredup, sembari memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.
"Harga emas sedang kesulitan menentukan arah. Pembelaian emas oleh bank sentral mendukung kenaikan harga, sementara ETF melepas emas karena kkhawatiran kenaikan suku bunga," ungkap analis Morgan Stanley, termasuk Amy Gower dalam sebuah catatan sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Para analis memproyeksikan harga emas dapat mencapai US$ 4.450 per ons troi pada kuartal keempat.