Simak Rincian Dividen Bank Panin, Yield Capai 4,49 Persen
JAKARTA – PT Bank Panin Tbk (PNBN) mengumumkan rencana pembagian dividen tunai senilai Rp1,01 triliun kepada para pemegang saham. Setelah memperhitungkan saham treasuri, nilai dividen yang dibagikan setara dengan Rp42 per saham.
Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PNBN yang diselenggarakan pada Rabu, 17 Juni 2026. Berdasarkan harga penutupan saham di level Rp935 pada hari yang sama, yield dividen PNBN mencapai 4,49 persen, atau lebih tinggi dari suku bunga deposito maksimal bank yang sebesar 4,25 persen.
Dividen ini bersumber dari laba bersih perusahaan tahun 2025 yang mencapai Rp2,87 triliun. Angka laba tersebut tercatat tumbuh tipis 0,13 persen dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024.
Presiden Direktur PaninBank, Herwidayatmo, menyatakan bahwa pertumbuhan laba ditopang oleh fee-based income yang naik 3,47 persen menjadi Rp2,30 triliun. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh keuntungan dari transaksi surat berharga, sementara pendapatan bunga bersih (NII) juga tumbuh 0,19 persen.
Di sisi lain, penyaluran kredit tercatat turun 2,56 persen year-on-year menjadi Rp145,08 triliun pada tahun 2025. Total aset perusahaan juga mengalami penyusutan dari Rp243,95 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp237,32 triliun di tahun 2025.
Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross membaik ke posisi 2,82 persen dari sebelumnya 3,05 persen, dengan NPL net sebesar 1,04 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 2,98 persen secara tahunan menjadi Rp156,92 triliun, sementara rasio kecukupan modal (CAR) menguat ke level 37,49 persen.
Untuk memperkuat pendanaan jangka panjang, PaninBank telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III Tahun 2025 senilai Rp3,20 triliun. Dengan penerbitan tersebut, total nilai obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV Tahap I, II, dan III telah mencapai Rp7,21 triliun.