Ekspansi Logistik, WBSA Bersiap Akuisisi BIL Senilai Rp215 Miliar

ILUSTRASI, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (Sumber Gambar : Net)Acara
Kamis, 18 Juni 2026 | 13:44:37 WIB

JAKARTA – PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) sedang dalam persiapan untuk mengambil alih PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) melalui transaksi bernilai Rp215 miliar. Langkah strategis ini direalisasikan sebagai bagian dari rencana ekspansi perseroan pada sektor transportasi serta logistik multimoda.

Mekanisme akuisisi tersebut memanfaatkan perolehan dana dari aksi IPO, di mana perseroan bakal membeli sebanyak 191.250 lembar saham yang merepresentasikan 99,99% porsi kepemilikan BIL dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL).

Merujuk pada data keterbukaan informasi emiten, pembiayaan untuk transaksi ini sepenuhnya dialokasikan dari hasil penawaran umum perdana saham (IPO) WBSA.

Oleh karena nilai transaksi tersebut melampaui angka 50% dari keseluruhan ekuitas perseroan, maka aktivitas korporasi ini dimasukkan ke dalam kategori transaksi material sebagaimana yang telah diatur di dalam ketentuan OJK.

Pihak manajemen WBSA menjelaskan bahwa aksi akuisisi ini dilaksanakan dalam rangka memperkokoh posisi perseroan sebagai penyedia layanan jasa logistik multimoda yang terintegrasi.

Lewat kepemilikan terhadap BIL, perseroan akan memperoleh akses yang jauh lebih lebar ke sektor pertambangan dan komoditas hulu yang memerlukan dukungan jasa logistik kapasitas besar dengan prospek pertumbuhan jangka panjang yang dinilai menjanjikan.

Tidak sekadar memperluas cakupan pasar, penggabungan usaha ini pun ditargetkan mampu memvariasikan basis pelanggan sekaligus meminimalkan ketergantungan terhadap beberapa klien utama saja.

Perseroan mempunyai pandangan bahwa kombinasi portofolio pelanggan serta area operasional dari kedua entitas tersebut dapat melahirkan struktur pendapatan yang jauh lebih seimbang di berbagai sektor industri.

Bila ditinjau dari aspek operasional, proses penyatuan bersama BIL diestimasikan mampu memicu efisiensi pada biaya transportasi, mengoptimalkan utilitas armada, meningkatkan koordinasi antar moda, sekaligus menekan ketergantungan terhadap vendor eksternal.

Kemitraan strategis ini dinilai mampu mendongkrak daya saing WBSA pada sektor industri logistik B2B yang kini kian memerlukan pelayanan terpadu dari lini hulu hingga ke hilir.

BIL sendiri merupakan sebuah perusahaan holding yang memegang penuh kepemilikan atas PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), yakni sebuah operator angkutan laut domestik khusus barang dan jasa pendukung sektor pertambangan.

Jika melihat performa keuangan, BIL menorehkan pendapatan bersih sebesar Rp980,15 miliar dalam rentang waktu semenjak perusahaan tersebut didirikan pada Maret 2025 hingga penutupan tahun 2025.

Walau demikian, perusahaan terpantau masih mencatatkan kerugian bersih senilai Rp4,57 miar, dengan jumlah aset menyentuh angka Rp576,46 miliar dan total ekuitas sebesar Rp187,07 miliar.

Lembaga penilai independen KJPP Kusnanto & Rekan mengestimasi nilai pasar untuk 99,99% saham BIL berada pada angka Rp222,68 miliar. Dengan demikian, nilai transaksi yang disepakati sebesar Rp215 miliar terhitung sekitar 3,45% lebih ekonomis dibandingkan nilai pasar, sehingga dinilai wajar secara finansial.

Berdasarkan laporan kajian kewajaran, aksi korporasi tersebut berpeluang memperkuat struktur finansial konsolidasi milik WBSA. Ketika akuisisi ini telah sah berjalan, rasio utang terhadap ekuitas (DER) dari perseroan diperkirakan akan turun dari posisi semula 191,55% menjadi sebesar 173,52%.

Meskipun transaksi ini masuk ke dalam kategori afiliasi dikarenakan terdapat kesamaan pengurus serta pihak pengendali di antara WBSA dan BNL, manajemen menegaskan bahwa tidak terdapat benturan kepentingan.

Aksi korporasi ini juga telah mendapatkan persetujuan dari beberapa kreditur, seperti PT Bank OCBC NISP Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk.

Guna merampungkan proses akuisisi ini, WBSA akan meminta restu terlebih dahulu kepada para pemegang saham melalui agenda RUPSLB yang dijadwalkan bakal digelar pada 19 Juni 2026.

Daftar pemegang saham yang memiliki hak untuk hadir (recording date) telah ditentukan pada 12 Mei 2026, sementara pemanggilan untuk rapat tersebut telah dipublikasikan pada 13 Mei 2026.

Terkait aksi IPO, WBSA secara resmi telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 April 2026. Perseroan menawarkan sebanyak 1,8 miliar lembar saham baru, yang merepresentasikan 20,75% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Pada saat proses bookbuilding yang berlangsung pada tanggal 25–27 Maret 2026, saham WBSA ditawarkan pada rentang harga Rp150 hingga Rp170 per lembar.

Pihak perseroan selanjutnya menetapkan harga penawaran final di angka Rp168 per lembar saham.

Melalui skema harga tersebut, WBSA sukses menghimpun dana segar berkisar Rp302,4 miliar dari lantai bursa.

Mayoritas dari dana hasil aksi IPO tersebut diproyeksikan untuk menyokong perluasan bisnis perusahaan.

Dana senilai Rp215 miliar diplot untuk mengambil alih 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL), sementara sisa dananya akan dialokasikan sebagai modal kerja dalam rangka memperkuat operasional sekaligus pelayanan logistik multimoda.

Reporter: Gemilang Ramadhan