Kawal IPO JELI, Rekam Jejak Sucor Sekuritas Jadi Sorotan

ILUSTRASI, PT Niramas Utama Tbk (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 17 Juni 2026 | 14:20:49 WIB

JAKARTA – PT Sucor Sekuritas bakal mengawal proses penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) setelah perusahaan efek tersebut resmi ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Penjamin pelaksana emisi efek PT Sucor Sekuritas,” tulis manajemen Inaco dalam prospektus yang dipublikasi, dikutip pada Selasa (16/6/2026). Sementara itu, pihak penjamin emisi efek lainnya bakal ditetapkan kemudian hari jika memang ada.

Rekam jejak Sucor dalam mendampingi IPO emiten sangat menarik perhatian para investor. Broker yang berada di bawah kepemimpinan Bernardus Wijaya ini belakangan memang terbukti sukses membawa emiten melantai di bursa.

PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menjadi dua contoh emiten yang berhasil dikawal oleh Sucor.

SUPA mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 318,69 kali dan berhasil mengumpulkan dana Rp2,8 triliun. 
Di sisi lain, RATU juga mencatatkan oversubscription mencapai 313,15 kali dengan total penawaran yang masuk menyentuh Rp15 triliun dari target perolehan dana awal sebesar Rp624 miliar.

Kini, Sucor kembali bergerak dengan memfasilitasi IPO emiten produsen jeli bermerek utama “Inaco”. Inaco bakal melepas sebanyak 350 juta saham atau setara dengan 25,93% dari total 1,35 miliar saham yang dicatatkan, dengan mengincar perolehan dana sebesar Rp392 miIiar.

Dalam aksi go public ini, Inaco yang menggunakan kode saham JELI tersebut menetapkan harga penawaran saham perdana di kisaran Rp900 sampai Rp1.120 per lembar saham.

Sebagian besar dana yang didapatkan dari masyarakat ini nantinya digunakan perseroan untuk menambah modal anak usahanya, yaitu PT Niramas Pandaan Sejahtera (PT NPS).

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Sekitar 51,04% akan digunakan perseroan untuk melakukan penyertaan modal kepada perusahaan anak, PT NPS dalam bentuk ekuitas. Selanjutnya, penggunaan dana tersebut akan digunakan oleh PT NPS untuk belanja modal, termasuk namun tidak terbatas pada pembelian, pelunasan dan instalasi mesin produksi serta peralatan dan perlengkapan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly perseroan, guna mendukung peningkatan permintaan domestik dan ekspor,” tulis manajemen dalam prospektus yang dikutip pada Minggu (14/6/2026).

Tidak hanya itu, sebanyak 18,36% dari perolehan dana IPO bakal dialokasikan oleh JELI untuk belanja modal (capital expenditure/capex) guna membeli mesin produksi, peralatan, serta perlengkapan demi menggenjot kapasitas penyimpanan gudang sekaligus mempercepat alur logistik. Manajemen mengategorikan alokasi ini ke dalam penggunaan dana tingkat I.

Selanjutnya, sekitar 10,63% bakal digunakan JELI untuk melunasi sebagian pokok utang jangka pendek kredit modal kerja (KMK) 1 dan KMK 2 kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bernilai Rp40 miliar dari akumulasi pokok pinjaman sebesar Rp94 miliar per 31 Maret 2026.

Melalui langkah tersebut, sisa kewajiban perseroan setelah pemenuhan pembayaran menjadi Rp54 miliar.

Adapun sisanya sebesar 19,97% akan dimanfaatkan JELI sebagai pos modal kerja, antara lain untuk pengadaan bahan baku, membiayai pengeluaran operasional, serta aktivitas pemasaran demi menunjang peningkatan kegiatan operasional sekaligus laju pertumbuhan usaha perseroan.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Pembelian bahan baku perseroan lainnya akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual perusahaan dan dilakukan bertahap dengan mekanisme purchase order (PO) sesuai kebutuhan kegiatan usaha perseroan yang mana PO tersebut akan mulai dibuat pada kuartal III-2026,” jelas manajemen.

Bila dana hasil IPO ini belum terpakai seluruhnya, manajemen JELI mengonfirmasi bahwa penempatan sementara dana sisa tersebut akan dilakukan dengan mengutamakan aspek keamanan, likuiditas, serta mampu memberikan imbal hasil finansial yang logis bagi perseroan serta sejalan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Jadwal IPO Inaco 
Berdasarkan rencana yang disusun, manajemen JELI telah menetapkan periode penawaran awal berlangsung pada 15-22 Juni 2026. Selanjutnya, tanggal efektif pernyataan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jatuh pada 29 Juni 2026, diikuti masa penawaran umum pada 1-3 Juli 2026.

Untuk tanggal penjatahan akan dilaksanakan pada 3 Juli 2026, tanggal distribusi saham secara elektronik pada 6 Juli 2026, dan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 7 Juli 2026.

Menatap masa depan, perseroan memiliki keyakinan penuh bahwa industri makanan dan minuman (mamin), khususnya pada kategori makanan penutup (dessert), mempunyai fundamental yang solid dan prospek ekspansi yang berkelanjutan di tanah air.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, “Prospek tersebut terutama didorong oleh faktor demografi dan konsumsi domestik yang terus meningkat,” tegas manajemen.

Reporter: Gemilang Ramadhan